Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita NasionalBerita UtamaHukum & KriminalInfo PublikPemerintahan

Membaca Hukum dari Akar Rumput

66
×

Membaca Hukum dari Akar Rumput

Sebarkan artikel ini

 

Ketika Literasi Menjadi Jalan Sunyi Mencerdaskan Bangsa

 

JAKARTA |BUSERKOTA Com)-Di tengah hiruk-pikuk bangsa yang kerap gaduh oleh perkara hukum, seorang guru besar berdiri tenang di jalur yang jarang dilalui: pendidikan hukum bagi rakyat biasa. Bukan di ruang sidang megah, bukan pula di menara gading kampus, melainkan di tingkat kecamatan—tempat denyut keadilan paling sering terabaikan.

Dari Jakarta, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum CCI (YLBH CCI) menyalakan obor kecil bernama literasi hukum. Sebuah cahaya yang, meski sederhana, diyakini mampu menerangi jalan panjang bangsa menuju kesadaran dan keberadaban hukum.

Hukum Tidak Boleh Menjadi Bahasa Elit

Minggu, 11 Januari 2026, YLBH CCI secara resmi membuka program Paralegal Tingkat Kecamatan, sebuah inisiatif nasional yang memberi ruang belajar hukum perdata, pidana, dan syariah bagi seluruh lapisan masyarakat—tanpa sekat ijazah, tanpa hierarki akademik.

Sarjana hukum duduk sejajar dengan lulusan SMA.
Ilmu hukum diturunkan dari menara akademik ke tanah kehidupan.

Program ini dirancang untuk melahirkan pendamping hukum masyarakat, sosok-sosok yang kelak hadir bukan sebagai hakim, melainkan sebagai penjaga nurani keadilan di lingkungannya masing-masing.


“Literasi hukum adalah pintu awal mencerdaskan anak bangsa.
Masyarakat yang paham hukum akan tahu hak dan kewajibannya,
berani membela kebenaran,
dan tidak mudah terseret arus ketidakadilan.”

Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.Pd.I., S.E., S.H., M.H., Ph.D

Paralegal: Jembatan Keadilan di Tengah Rakyat

Bagi Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, pakar hukum internasional dan tokoh nasional, hukum tidak boleh menjadi bahasa langit yang sulit dipahami bumi. Ia harus hadir sebagai alat pembebasan, bukan alat ketakutan.

Paralegal, menurutnya, adalah jembatan sunyi antara masyarakat dan keadilan—menghubungkan warga kecil dengan sistem hukum yang kerap terasa jauh dan dingin.

“Edukasi hukum di tingkat akar rumput adalah kunci.
Di sanalah keadilan diuji,
bukan di podium-podium tinggi.”

Melalui program ini, YLBH CCI berharap hukum tak lagi sekadar pasal dan ayat, tetapi menjadi kesadaran hidup, tumbuh bersama warga, dipraktikkan dalam keseharian.

Hukum sebagai Cahaya, Bukan Cambuk

Bangsa ini tidak kekurangan undang-undang.
Yang kurang adalah pemahaman dan keberanian.

Ketika rakyat buta hukum, keadilan menjadi milik mereka yang berkuasa.
Namun ketika rakyat melek hukum, kekuasaan pun belajar membatasi diri.

Program paralegal ini adalah pengakuan jujur bahwa negara tak bisa berjalan sendiri. Keadilan membutuhkan partisipasi warga—bukan sebagai penonton, melainkan sebagai subjek.

Literasi hukum bukan sekadar tahu pasal, melainkan memahami nilai keadilan, etika, dan tanggung jawab sosial.

Dari Kecamatan untuk Indonesia

YLBH CCI membuka ruang pengabdian seluas-luasnya. Siapa pun yang memiliki kepedulian terhadap keadilan dapat bergabung sebagai pengurus paralegal tingkat kecamatan, menjadi garda depan edukasi hukum di daerahnya.

Di tangan mereka, hukum tak lagi menakutkan.
Ia menjadi sahabat rakyat.

“Masyarakat berkeadilan lahir dari masyarakat yang sadar hukum,
beradab, dan bermartabat.”

Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal

Di negeri yang kerap gaduh oleh konflik hukum, langkah YLBH CCI terasa seperti puisi pendek tentang harapan. Sunyi, namun bermakna. Kecil, namun menentukan.

Karena mencerdaskan bangsa tidak selalu dimulai dari istana.
Kadang, ia lahir dari kelas kecil di kecamatan,
dari orang-orang biasa
yang memilih memahami hukum
agar tak lagi ditindas oleh ketidaktahuan.

Keterangan:
Bagi masyarakat yang berminat bergabung sebagai Paralegal YLBH CCI tingkat kecamatan, dapat mendaftarkan diri dengan menghubungi Bapak Raja Diktator melalui WhatsApp 0877-1902-1960.

Narasumber:
Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.Pd.I., S.E., S.H., M.H., Ph.D
Pakar Hukum Internasional
Presiden Partai Oposisi Merdeka
Jenderal Kompii

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *