Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita DaerahBerita NasionalBerita UtamaHukum & KriminalKesehatanPemerintahanPeristiwaPolitikTeknologi

Dari Ruang Sunyi ke Garis Tanggap Darurat: Brimob dan Pemkab Belu Mengikat Sinergi untuk Rakyat

133
×

Dari Ruang Sunyi ke Garis Tanggap Darurat: Brimob dan Pemkab Belu Mengikat Sinergi untuk Rakyat

Sebarkan artikel ini

ATAMBUA |BUSERKOTA.Com — Di sebuah pagi yang tenang di ruang kerja Bupati Belu, percakapan yang tampak sederhana justru memantulkan makna yang lebih dalam: tentang kesiapsiagaan, tentang kepercayaan, dan tentang tanggung jawab yang dipikul bersama di tanah perbatasan.

Bupati Belu, Willybrodus Lay, S.H, menerima kunjungan silaturahmi Komandan Brimob Batalyon A Pelopor Belu yang baru, AKP Raimundo De Jesus, S.H, Rabu (25/03/2026). Pertemuan itu bukan sekadar perkenalan formal, melainkan awal dari penguatan koordinasi antara kekuatan keamanan dan pemerintah daerah dalam melayani masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, AKP Raimundo De Jesus menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan, sekaligus menegaskan komitmen institusinya untuk hadir di garis depan, terutama dalam situasi genting.

“Brimob Batalyon A Pelopor Belu siap mendukung dan membantu Pemerintah Kabupaten Belu, khususnya tanggap darurat bencana yang terjadi akibat cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Kabupaten Belu.”

Pernyataan itu menggema sebagai janji sekaligus kesiapan—bahwa di tengah ancaman cuaca ekstrem yang kerap datang tanpa aba-aba, negara tidak absen. Brimob, dengan disiplin dan kecepatan reaksinya, menjadi salah satu garda yang diandalkan.

Bupati Willybrodus Lay pun menyambut kehadiran komandan baru itu dengan hangat, seraya menegaskan pentingnya sinergi di wilayah yang memiliki karakteristik khusus sebagai daerah perbatasan dengan Timor Leste.

“Selamat datang dan selamat bertugas di Kabupaten Belu. Kami mengapresiasi kesiapsiagaan Brimob yang selalu siaga membantu pemerintah daerah dalam menangani bencana di wilayah ini.”

Apresiasi itu bukan basa-basi. Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah wilayah di Belu memang dihadapkan pada tantangan cuaca ekstrem yang menuntut respons cepat dan terkoordinasi.

Lebih dari itu, Bupati Willy Lay berharap hubungan yang terjalin tidak berhenti pada seremoni silaturahmi, melainkan berkembang menjadi kolaborasi yang solid demi pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Secara kontekstual, penguatan sinergi antara aparat keamanan dan pemerintah daerah di wilayah perbatasan seperti Belu menjadi kebutuhan strategis yang tak bisa ditunda. Ancaman bencana alam, dinamika sosial, hingga posisi geografis yang sensitif menuntut koordinasi lintas sektor yang cepat, presisi, dan berkelanjutan. Dalam konteks ini, kehadiran Brimob bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra kemanusiaan.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Kabag Prokopim Belu, sementara dari pihak Brimob hadir Pasi Ops Batalyon A Pelopor AKP Moses, Pasi Prov Yon A Iptu Fransisco Carvalho, Danton 1 Ipda Mateos Kire, serta Kanit Intel Brimob Aipda Aditoa, S.IP.

Di akhir pertemuan, tak ada tepuk tangan panjang atau seremoni besar. Hanya kesepahaman yang terbangun perlahan—bahwa di tanah perbatasan ini, kekuatan sejati bukan hanya pada senjata atau jabatan, melainkan pada kesediaan untuk berdiri bersama, terutama saat rakyat paling membutuhkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *