Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
AgamaPeristiwa

Kapolda NTT Menyapa Iman di Larantuka: Pengamanan Semana Santa Dibalut Sentuhan Kemanusiaan

53
×

Kapolda NTT Menyapa Iman di Larantuka: Pengamanan Semana Santa Dibalut Sentuhan Kemanusiaan

Sebarkan artikel ini

LARANTUKA  |BUSERKOTA.Com— Di antara desir angin laut dan langkah khusyuk para peziarah, kehadiran aparat kepolisian terasa bukan sekadar penjaga ketertiban, melainkan bagian dari denyut iman yang hidup. Kamis (2/4/2026), Kapolda NTT, ,Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M  turun langsung menapaki halaman Kapela Tuan Ma, memastikan setiap jengkal prosesi Semana Santa berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan penuh kekhidmatan.

Didampingi Kapolres Flores Timur serta jajaran Pejabat Utama Polda NTT, Kapolda menyusuri titik-titik krusial pengamanan—dari jalur masuk peziarah hingga pos pelayanan. Ia tidak hanya melihat, tetapi merasakan langsung denyut pelayanan di lapangan. Setiap personel dipastikan hadir, siaga, dan menjalankan tugas dengan sepenuh hati demi menghadirkan rasa aman bagi umat yang datang dari berbagai penjuru.

Lebih dari sekadar inspeksi, dialog yang dibangun Kapolda dengan petugas di lapangan menjadi ruang mendengar yang hidup. Ia menggali kendala, membaca situasi, dan memastikan setiap potensi gangguan dapat diantisipasi secara cepat dan tepat, agar harmoni ibadah tetap terjaga tanpa cela.

Kabid Humas Polda NTT, , menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk keseriusan pimpinan dalam menjamin kesiapan personel dan sarana pendukung, mengingat prosesi Semana Santa di Larantuka adalah magnet spiritual yang menghadirkan ribuan peziarah setiap tahunnya.

Pengamanan yang digelar tidak hanya berfokus pada kelancaran prosesi, tetapi juga merangkul aspek pelayanan publik: pengaturan arus lalu lintas, kenyamanan peziarah, hingga antisipasi potensi gangguan keamanan. Setiap personel diinstruksikan mengedepankan pendekatan humanis—ramah, penuh empati, sejalan dengan semangat “Polda NTT Penuh Kasih”.

Sinergi antara Polda NTT dan Polres Flores Timur tampak terjalin kuat. Personel ditempatkan di titik-titik strategis, menjaga keseimbangan antara kekhidmatan ibadah dan dinamika aktivitas masyarakat sekitar, tanpa saling mengganggu.

Dalam konteks yang lebih luas, kehadiran langsung Kapolda di tengah prosesi keagamaan ini mencerminkan pergeseran paradigma kepolisian—dari sekadar penjaga keamanan menjadi mitra sosial yang hadir dalam ruang-ruang spiritual masyarakat. Pengamanan tidak lagi kaku dan berjarak, melainkan menyatu dengan nilai-nilai kemanusiaan yang hidup di tengah umat.

Di Larantuka, hari itu, keamanan tidak terasa sebagai batas—melainkan sebagai pelukan sunyi yang menjaga iman tetap berjalan, tanpa rasa takut, hingga doa-doa mencapai langit dengan tenang.

Penulis: Redaksi BuserkotaEditor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *