Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita NasionalBerita UtamaHukum & KriminalPeristiwa

Prada Lucky Namo Meninggal Dunia Diduga Dianiaya Senior, Polisi Militer Selidiki Kasus Tragis di Nagekeo

477
×

Prada Lucky Namo Meninggal Dunia Diduga Dianiaya Senior, Polisi Militer Selidiki Kasus Tragis di Nagekeo

Sebarkan artikel ini

NAGEKEO, [BUSERKOTA.COM] – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar TNI Angkatan Darat. Seorang prajurit muda, Prada Lucky Chepril Saputra Namo (23), menghembuskan napas terakhirnya di RSUD Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT, pada Rabu pagi, 6 Agustus 2025.

Prada Lucky, anggota aktif di Batalyon TP 834 Wakanga Mere, dilaporkan meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif selama tiga hari akibat luka-luka berat di tubuhnya. Berdasarkan keterangan sejumlah sumber, ia sempat menyampaikan kepada dokter bahwa dirinya mengalami kekerasan fisik oleh beberapa seniornya di satuan.

“Korban dirawat sejak Sabtu (2/8) dalam kondisi kritis, dan meninggal pada pukul 11.23 WITA di ruang ICU,” kata salah satu staf medis RSUD Aeramo yang tak ingin disebutkan namanya.


Luka di Tubuh, Luka di Hati

Pantauan langsung tim media di ruang jenazah memperlihatkan kondisi tubuh korban dipenuhi bekas luka sayatan, lebam, serta luka bakar yang menyerupai sundutan rokok, terutama di bagian punggung, lengan, dan kaki.

Seorang kerabat korban yang ikut mengurus jenazah mengaku syok melihat kondisi tersebut. “Ini bukan luka karena latihan atau kecelakaan. Luka-luka ini seperti akibat pukulan dan siksaan,” ungkapnya sambil menahan tangis.


TNI Masih Bungkam, Polisi Militer Bergerak

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Komandan Batalyon TP 834, Letkol Inf. Justik Handinata. Namun informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa Pomdam IX/Udayana telah turun tangan dan sedang melakukan penyelidikan menyeluruh.

Publik pun menantikan transparansi dan keadilan dalam kasus ini. Keluarga korban yang berasal dari Kuanino, Kota Kupang, meminta agar TNI bertindak tegas terhadap pelaku kekerasan dalam tubuh institusi militer, jika terbukti benar.


“Kami hanya ingin keadilan untuk anak kami,” ujar seorang anggota keluarga korban dengan suara gemetar.


Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan di lingkungan militer yang selama ini kerap luput dari sorotan. BuserKota.com akan terus memantau perkembangan penyelidikan dan mengabarkannya kepada publik.

🕊️ RIP Prada Lucky Namo. Semoga engkau mendapatkan keadilan, di bumi maupun di surga.


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *