PIDIE JAYA |BUSERKOTA.Com — Malam itu seharusnya menjadi malam yang biasa, di tengah suasana Lebaran yang masih hangat. Namun di sebuah ruas jalan rel lama, tepat di depan Yayasan Bustanul Fakri Aceh, keheningan justru menyimpan kabar duka yang perlahan terkuak dari balik kaca sebuah mobil yang tak lagi menyimpan kehidupan.
Pada Selasa, 24 Maret 2026, pukul 00.05 WIB, warga Gampong Keude Luengputu melaporkan kepada personel Polsek Bandar Baru tentang penemuan dua orang dalam sebuah mobil Honda Jazz BK 1508 JI—keduanya telah tidak bernyawa.
Dua sosok itu adalah seorang laki-laki bernama (24) dan seorang perempuan (25). Identitas alamat keduanya belum diketahui.
Kisah pilu ini bermula sejak sore hari. Sekitar pukul 16.00 WIB, mobil tersebut telah terparkir di lokasi. Namun tak ada yang mencurigakan—Lebaran membuat banyak orang berasumsi itu hanyalah pemudik yang lelah dan berhenti untuk beristirahat.
Hingga waktu bergerak menuju tengah malam.
“Mobil itu sudah lama terparkir sejak sore, tapi karena suasana Lebaran, warga mengira hanya pemudik yang beristirahat.”
Menjelang pukul 23.55 WIB, kecurigaan mulai tumbuh. Mesin mobil masih menyala, tetapi tak ada tanda kehidupan di dalamnya. Warga bersama pemuda gampong mendekat, mencoba memanggil—namun tak ada jawaban.
Laporan pun segera disampaikan ke Polsek Bandar Baru.
Saat personel tiba di lokasi, bersama warga, mereka berupaya memastikan kondisi di dalam mobil. Kaca kendaraan akhirnya dipecahkan untuk membuka akses.
“Saat diperiksa, kedua korban sudah tidak merespons. Petugas kemudian berkoordinasi dengan puskesmas untuk memastikan kondisi korban.”
Pemeriksaan awal mengarah pada dugaan bahwa kedua korban tengah beristirahat di dalam mobil dengan mesin dan pendingin udara (AC) tetap menyala, tanpa membuka celah kaca.
Dugaan itu menjadi bayang-bayang yang menjelaskan bagaimana keheningan bisa berubah menjadi tragedi.
Selanjutnya, personel piket Koramil 11/Bandar Baru bersama tim Inafis Polres Pidie Jaya melakukan olah tempat kejadian perkara. Proses tersebut disaksikan oleh warga setempat, sebelum jenazah dibawa ke Puskesmas Bandar Baru untuk pemeriksaan awal, dan kemudian direncanakan dirujuk ke RS Pidie Jaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Sementara itu, kendaraan Honda Jazz yang digunakan masih berada di lokasi kejadian dan telah dipasangi garis polisi.
Analisis Kontekstual
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan bahaya yang kerap tak disadari oleh masyarakat—beristirahat di dalam kendaraan dengan mesin dan AC menyala tanpa ventilasi yang cukup. Dalam kondisi tertutup, risiko paparan gas berbahaya seperti karbon monoksida dapat meningkat tanpa terdeteksi, menjadikannya ancaman senyap yang mematikan, terutama saat kelelahan membuat kewaspadaan menurun.
Pada akhirnya, tragedi ini bukan hanya tentang dua nyawa yang pergi dalam diam, tetapi juga tentang pelajaran yang tertinggal: bahwa dalam kelelahan dan jeda perjalanan, keselamatan sering kali bergantung pada hal-hal kecil yang kerap diabaikan—hingga sunyi itu datang terlalu cepat.














