Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita NasionalBerita UtamaHukum & KriminalPeristiwa

Edera Reda, Bara Konflik Belum Padam

29
×

Edera Reda, Bara Konflik Belum Padam

Sebarkan artikel ini

MAPPI |BUSERKOTA.Com— Tiga rumah hangus, aktivitas warga lumpuh, dan dua kelompok yang sempat saling serang. Di Distrik Edera, Kabupaten Mappi, ketenangan kini perlahan kembali, tetapi jejak pertikaian belum sepenuhnya hilang dari ingatan warga.

Pertemuan di Mapolsek Edera, Senin (7/9/2026), menjadi titik awal untuk menghentikan ketegangan. Polisi, pemerintah distrik, serta tokoh adat dan tokoh masyarakat mempertemukan kedua kelompok yang bertikai. Mereka sepakat menahan diri dan tidak saling memprovokasi.

Kapolsek Edera, Iptu M. Rusli Yusuf, mengatakan pertemuan tersebut menghasilkan iktikad baik dari kedua pihak. Namun, pembahasan mengenai akar pemicu bentrokan belum dapat diselesaikan karena sejumlah warga yang terlibat langsung belum hadir.

“Kedua kubu telah kami pertemukan dan mereka bersepakat untuk sama-sama menahan diri serta tidak saling memprovokasi. Namun, untuk penyelesaian akar pemicu bentrokan, prosesnya terpaksa kami tunda sementara karena beberapa warga yang terlibat langsung dalam pertikaian tersebut belum bisa hadir,” ujar Iptu M. Rusli Yusuf melalui sambungan telepon.

Pertikaian bermula dari persoalan yang dipicu minuman keras. Awalnya, bentrokan melibatkan pemuda Kompleks Jalan Angkasa RT 01 dan pemuda Kompleks Jalan Astra RT 01. Ketegangan kemudian berkembang hingga melibatkan warga antarkampung.

Aksi saling serang itu sempat melumpuhkan aktivitas masyarakat di ibu kota distrik. Di tengah permukiman warga, tiga unit rumah dilaporkan hangus terbakar.

Untuk mencegah bentrokan susulan, personel Polsek Edera bergerak mengamankan lokasi. Pengamanan diperkuat personel Brimob Kompi 2 Batalyon B. Langkah tersebut difokuskan pada upaya preventif untuk menetralisasi keadaan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Namun, polisi tidak hanya mengandalkan pengamanan. Kepolisian juga menempuh jalur dialog dengan menghadirkan tokoh adat serta tokoh masyarakat dari kedua kelompok. Pertemuan itu menjadi ruang untuk meredam emosi dan mencari jalan tengah secara kekeluargaan.

Ketenangan di Edera kini diuji oleh pekerjaan yang belum selesai. Kesepakatan untuk menahan diri merupakan langkah awal, tetapi penyelesaian akar persoalan dan pengendalian pemicu konflik tetap diperlukan agar ketenangan tidak sekadar menjadi jeda sebelum pertikaian kembali pecah.

Rusli memastikan kondisi keamanan di lapangan kini jauh lebih tenang. Ia mengimbau masyarakat tidak takut dan kembali menjalankan aktivitas seperti biasa.

“Saya harap kepada seluruh masyarakat tidak termakan atau menyebar informasi ataupun isu-isu yang berkaitan dengan situasi kamtibmas saat ini menjadi bola liar yang dapat merusak komitmen kita bersama untuk menjaga kamtibmas,” tandas Iptu Rusli.

Di Edera, perdamaian tidak cukup hanya diucapkan di ruang pertemuan. Ia harus dijaga di jalan-jalan yang kembali ramai, di rumah-rumah yang mulai membuka pintu, dan dalam keberanian warga untuk tidak mengulang pertikaian yang sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *