Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita NasionalBerita UtamaHukum & KriminalPeristiwa

Kerangka Kakek Hilang Enam Bulan Ditemukan Di Hutan Batfao

60
×

Kerangka Kakek Hilang Enam Bulan Ditemukan Di Hutan Batfao

Sebarkan artikel ini

KUPANG |BUSERKOTA.Com— Hutan Batfao menyimpan jawaban yang selama enam bulan dicari sebuah keluarga. Di antara sunyi pepohonan dan jejak waktu yang tak lagi menyisakan banyak tanda, sebuah kerangka manusia ditemukan di kawasan hutan Desa Nekbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Di dekat kerangka itu, sebuah cincin menjadi petunjuk terakhir.

Benda kecil tersebut akhirnya membawa keluarga pada sebuah kepastian yang selama berbulan-bulan terasa seperti penantian tanpa ujung: kerangka itu ternyata milik Yohanis Bureni (81), seorang kakek yang dilaporkan hilang dari rumahnya sekitar enam bulan sebelumnya.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Kupang, Ipda Lalu Randi Hidayat, membenarkan identitas tersebut, Rabu (9/9/2026).

“Korban itu sebelumnya hilang dari rumahnya sekitar enam bulan yang lalu.”

Yohanis diketahui merupakan warga Dusun III, Desa Merbaun, Kecamatan Amarasi Barat. Menurut keterangan keluarga, ia meninggalkan rumah pada 1 Maret 2026.

Hari itu semula mungkin tampak seperti hari biasa.

Yohanis hendak mengunjungi anak sambungnya di Kampung Neforibis. Namun, perjalanan itu berubah menjadi penantian panjang. Ia tak kunjung kembali ke rumah.

Keluarga kemudian mencari keberadaannya. Jejak sang kakek seolah terputus di tengah perjalanan. Pencarian pun dilakukan dengan melibatkan Polsek Amarasi dan Basarnas Kupang.

Namun, upaya tersebut belum menemukan hasil.

Enam bulan kemudian, kabar itu datang bukan dari rumah, melainkan dari hutan.

Kerangka manusia ditemukan di Hutan Batfao, Desa Nekbaun. Keluarga dan para saksi kemudian mengenali korban melalui sebuah benda yang masih menjadi penanda—cincin yang ditemukan di dekat kerangka tersebut.

Randi mengatakan, cincin itu menjadi salah satu dasar keluarga dan para saksi mengenali bahwa kerangka tersebut merupakan Yohanis Bureni.

“Jadi para saksi dan keluarga mengenali korban dari cincin yang ditemukan. Sehingga mereka evakuasi dan bawa ke rumah dukanya.”

enam bulan yang berakhir di tengah sunyi

Temuan ini sekaligus menutup pencarian panjang terhadap seorang lansia yang meninggalkan rumah untuk menemui keluarganya, tetapi tak pernah kembali.

Secara kontekstual, kasus tersebut memperlihatkan betapa beratnya pencarian terhadap orang lanjut usia yang hilang di wilayah dengan bentang alam berupa hutan dan medan yang sulit. Ketika pencarian berlangsung berbulan-bulan tanpa kepastian, sebuah benda sederhana seperti cincin bahkan dapat menjadi petunjuk penting bagi keluarga untuk mengenali orang yang mereka cari.

Kini, pencarian itu telah menemukan ujungnya.

Bukan dalam bentuk kepulangan seorang kakek yang berjalan kembali ke rumah, melainkan melalui sebuah cincin yang menjadi tanda terakhir dari perjalanan panjang Yohanis Bureni.

Hutan Batfao akhirnya mengembalikan sebuah nama kepada keluarganya—dan bersama itu, berakhir pula enam bulan penantian yang menggantung di antara harapan dan kehilangan.

Penulis: Redaksi Buserkota.com Editor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *