ACEH SINGKIL |BUSERKOTA.Com— Di tengah meningkatnya perhatian terhadap keselamatan dan pembentukan karakter peserta didik, suara tegas datang dari kalangan tokoh pendidikan Aceh Singkil. Dukungan terhadap kebijakan larangan kegiatan siswa ke luar daerah kini mengalir deras, bukan sekadar sebagai aturan administratif, melainkan sebagai ikhtiar menjaga masa depan generasi muda dari risiko yang dianggap tak perlu.
Penanggung Jawab Timpas 1 Aceh Singkil, Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H, M.H menyatakan sangat sepaham dan sependapat dengan sikap Pengurus yang dipimpin Ketua PGRI Kabupaten Aceh Singkil, .
Dukungan itu juga disampaikan bersama Sekretaris PGRI Kabupaten Aceh Singkil, Suriadi, S.Pd,M.Pd, serta Wakil Ketua I, Purwanti Ginting, S.Pd terhadap himbauan Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Singkil, Syam’un, NST,S.ST, M.Pi yang melarang kegiatan touring siswa SD dan SMP ke luar daerah dengan dalih apa pun.
Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah bijaksana dan penuh tanggung jawab demi menjaga keselamatan, keamanan, kesehatan, serta masa depan peserta didik di Kabupaten Aceh Singkil.
╔════════════════════════════════╗
“Pendidikan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, disiplin, dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku,”
╚════════════════════════════════╝
Demikian disampaikan Profesor Sutan Nasomal SH MH dalam keterangannya kepada media.
Menurutnya, kegiatan touring siswa ke luar daerah berpotensi menimbulkan berbagai risiko keselamatan yang dapat berdampak terhadap peserta didik maupun institusi pendidikan. Karena itu, seluruh satuan pendidikan diminta lebih mengutamakan program pembinaan karakter dan peningkatan prestasi akademik yang lebih terukur dan aman.
╔════════════════════════════════╗
“Mari kita utamakan kegiatan pendidikan yang positif, bermanfaat, serta berorientasi pada pengembangan karakter dan prestasi generasi muda Aceh Singkil,”
╚════════════════════════════════╝
Profesor Sutan Nasomal juga menegaskan bahwa ke depan para guru melalui sistem gugus akan memperkuat konsolidasi untuk merumuskan strategi peningkatan prestasi peserta didik mulai dari tingkat PAUD, TK, SD hingga SMP negeri di bawah pembinaan PGRI Aceh Singkil bersama tokoh-tokoh pendidikan aktif maupun purnabakti.
Di tengah dinamika dunia pendidikan saat ini, kebijakan pembatasan kegiatan luar daerah memang kerap memunculkan pro dan kontra. Namun di balik itu, muncul kesadaran baru bahwa sekolah bukan sekadar ruang belajar formal, melainkan benteng moral yang bertugas memastikan setiap anak tumbuh dalam lingkungan aman, disiplin, dan terlindungi dari risiko yang tidak perlu.
╔════════════════════════════════╗
“Seluruh kepala sekolah, guru, orang tua, dan peserta didik harus mendukung kebijakan pimpinan demi terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, kondusif dan bermartabat,”
╚════════════════════════════════╝
Di ujung seruan itu, tersimpan pesan yang lebih dalam: bahwa masa depan pendidikan tidak selalu dibangun lewat perjalanan jauh, tetapi melalui kedekatan antara tanggung jawab, keteladanan, dan keberanian menjaga anak-anak tetap aman dalam pelukan sekolah dan daerahnya sendiri.














