Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita NasionalBerita UtamaInfo PublikPemerintahan

Mendikdasmen RI : Jangan Larang Sekolah Gelar Study Tour

378
×

Mendikdasmen RI : Jangan Larang Sekolah Gelar Study Tour

Sebarkan artikel ini

SURABAYA |BUSERKOTA Com) – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof Dr Abdul Mu’ti MEd menghadiri acara Silaturahim Syawalan Guru dan Tenaga Kependidikan Sekolah dan Madrasah Muhammadiyah Kota Surabaya, Rabu (23/4/2025). Bertempat di Smamda Tower lantai 6, SMA Muhammadiyah 2 Surabaya, acara tersebut diikuti ribuan guru dan tenaga kependidikan dari seluruh sekolah dan madrasah Muhammadiyah se-Kota Surabaya.

Dalam kesempatan itu, Abdul Mu’ti yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum PP Muhammadiyah menyoroti sejumlah isu penting di dunia pendidikan. Salah satu yang paling disorot adalah polemik pelarangan study tour di berbagai sekolah.

Menurutnya, study tour memiliki dampak positif bagi para pengajar karena bisa menjadi momen untuk menemukan inspirasi dan ide-ide baru.

“Makanya kalau menurut saya study tour itu jangan dilarang. Maka dari itu Pak Sekretaris Daerah, saya mohon izin, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah mengizinkan piknik,” ujarnya disambut antusias para tamu undangan.

Mu’ti menambahkan, apabila ada pihak yang merasa keberatan terhadap pelaksanaan study tour, hal tersebut juga merupakan pendapat yang patut dihargai. Namun, menurutnya, keberatan itu sebaiknya tidak dijadikan alasan untuk melarang secara keseluruhan.

“Makanya kalau ada yang keberatan-keberatan ya tidak apa-apa, keberatan jangan terus melarang yang lain. Yo ra popo gurunya dapat bonus dari travel, lha wong gurune wes ngulang muride kok,” selorohnya, yang langsung disambut tawa ringan para hadirin.

Lebih lanjut, Mu’ti juga menegaskan komitmen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam meningkatkan kesejahteraan guru.

Menurutnya, perhatian kepada para guru merupakan salah satu kunci keberhasilan program pendidikan nasional, sesuai arahan Presiden Prabowo.

“Sekarang Pak Kadis saya itu banyak diprotes oleh guru-guru. Murid itu dapat banyak hal, dapat PIP, tapi guru nggak pernah dapat tunjangan. Murid-murid diperhatikan, gurunya tidak. Karena itu, insya Allah nanti dalam beberapa hari lagi akan ada pengumuman. Setelah kemarin tunjangan sertifikasinya naik, insya Allah nanti guru honorer juga dapat bantuan dari pemerintah,” tutur Mu’ti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *