Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita UtamaHukum & KriminalInfo PublikPeristiwa

Tangis di Bawah Jembatan Liliba, Fredolina Pergi Tinggalkan Dua Anak yang Selama Ini Menjadi Alasan Ia Bertahan Hidup

118
×

Tangis di Bawah Jembatan Liliba, Fredolina Pergi Tinggalkan Dua Anak yang Selama Ini Menjadi Alasan Ia Bertahan Hidup

Sebarkan artikel ini

KUPANG |BUSERKOTA.Com — Pagi di bawah jembatan penyangga pipa PDAM, Kelurahan , Sabtu (9/5/2026), berubah menjadi kabar duka yang menyayat hati warga sekitar. Di antara aliran kali dan bebatuan yang basah, seorang perempuan muda ditemukan telah meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan.

Korban diketahui bernama (26), warga RT 016 RW 010 Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Perempuan yang akrab disapa Rina itu ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dan berlumuran darah di area kali bawah jembatan. Penemuan tersebut sontak menggegerkan warga sekitar yang selama ini mengenalnya sebagai sosok pekerja keras dan pendiam.

Namun, di balik kabar kematiannya, tersimpan kisah yang jauh lebih pilu. Rina ternyata merupakan tulang punggung keluarga bagi kedua anaknya yang masih membutuhkan kasih sayang dan perjuangannya setiap hari.

Ketua RT 016 Kelurahan Liliba, Maria Avelina Salenci, mengatakan korban selama ini tinggal bersama kedua orang tuanya dalam kondisi ekonomi yang sederhana.

Menurut Maria, sehari-hari Rina bekerja di salah satu laundry di Kota Kupang demi membantu memenuhi kebutuhan hidup keluarga dan membesarkan kedua anaknya.

“Dia anak baik. Selama ini tidak pernah ada masalah dengan warga maupun lingkungan sekitar,” ujar Maria dengan nada sedih.

Kabar meninggalnya Rina membuat warga sekitar merasa terpukul. Sosok perempuan muda yang setiap hari berjuang mencari nafkah itu kini pergi meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan lingkungan tempat ia tinggal.

╔══════════ ❀•°❀°•❀ ══════════╗
“Saya tidak tahu apa penyebab kematian anak ini, karena saya dengar informasi itu kalau ada yang temukan di dalam kali.”
Maria Avelina Salenci, Ketua RT 016 Liliba
╚══════════ ❀•°❀°•❀ ══════════╝

Hingga saat ini, penyebab pasti kematian korban masih belum diketahui. Warga hanya mengetahui bahwa jasad Rina pertama kali ditemukan oleh warga lain di dalam kali bawah jembatan penyangga pipa PDAM dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat tentang kerasnya perjuangan sebagian perempuan muda yang memikul tanggung jawab besar di tengah keterbatasan ekonomi. Banyak dari mereka bekerja dalam diam, menopang keluarga tanpa sorotan, namun justru menjadi fondasi utama bagi kehidupan anak-anak mereka. Karena itu, ketika satu nyawa seperti Rina pergi, yang hilang bukan hanya seorang perempuan muda, tetapi juga harapan dan pelukan bagi anak-anak yang ditinggalkannya.

Kini, di bawah jembatan yang pagi itu mendadak sunyi, warga hanya bisa menyimpan doa dan rasa kehilangan. Sebab seorang ibu muda yang setiap hari berjuang demi dua buah hatinya, telah pulang lebih cepat—meninggalkan cinta yang mungkin tak akan pernah benar-benar selesai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *