Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita NasionalBerita UtamaHukum & KriminalInfo PublikPeristiwa

Sunyi di Balik Pintu Kos Kelapa Lima: Mahasiswi UPG 1945 NTT Ditemukan Meninggal Dunia dalam Kondisi Mengenaskan

90
×

Sunyi di Balik Pintu Kos Kelapa Lima: Mahasiswi UPG 1945 NTT Ditemukan Meninggal Dunia dalam Kondisi Mengenaskan

Sebarkan artikel ini

KUPANG |BUSERKOTA.Com— Malam di kawasan Kelapa Lima, Kota Kupang, mendadak berubah muram ketika kabar duka menyelimuti keluarga besar Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 Nusa Tenggara Timur. Seorang mahasiswi semester IV Program Studi Bahasa Indonesia ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya dalam kondisi yang mengejutkan dan meninggalkan tanda tanya mendalam.

Korban diketahui bernama Yerdi Efrosina Bekliu, mahasiswi asal Desa Muna, Kecamatan Amanatun Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Peristiwa tragis itu terjadi pada Sabtu, 9 Mei 2026, dan dengan cepat menjadi perhatian publik setelah informasi mengenai kejadian tersebut beredar luas di media sosial.

Di balik pintu kamar kos yang tertutup rapi, suasana mencekam mulai terasa ketika rekan-rekan korban mencoba memastikan keberadaannya. Saksi mata berinisial YF menuturkan bahwa pintu kamar korban dalam keadaan terkunci sehingga beberapa orang terpaksa mendobrak pintu untuk masuk ke dalam.

Saat pintu berhasil dibuka, suasana mendadak berubah hening. Korban ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam kamar dengan kondisi tanpa busana. Penemuan tersebut membuat penghuni kos dan rekan-rekan korban syok serta panik.

╔══════════════════ ❀ ❤️ ❀ ══════════════════╗
“Kami langsung menghubungi pihak kepolisian setelah melihat kondisi korban. Semua terjadi begitu cepat dan membuat kami sangat terpukul,” ungkap salah satu saksi di lokasi kejadian.
╚══════════════════ ❀ ❤️ ❀ ══════════════════╝

Tak lama setelah laporan diterima, aparat kepolisian tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Kupang guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya.

Kabar meninggalnya Yerdi Efrosina Bekliu langsung mengguncang civitas akademika UPG 1945 NTT. Suasana duka menyelimuti rumah sakit ketika pihak kampus bersama mahasiswa dan dosen datang memberikan penghormatan terakhir kepada almarhumah.

Ketua Badan Pengurus Harian UPG 1945 NTT, Dr. Semuel Haning, menyampaikan rasa belasungkawa mendalam atas peristiwa tersebut. Ia memastikan pihak kampus akan bertanggung jawab membantu seluruh kebutuhan keluarga korban hingga proses pemulangan jenazah ke kampung halamannya di TTS.

╔══════════════ ❀ ❤️ ❀ ══════════════╗
“Kita akan antar jenazah sampai di Ayotupas dan seluruh biaya yang dibutuhkan akan ditanggung oleh Kampus UPG 1945 NTT,” ujar Dr. Semuel Haning di RS Bhayangkara Kupang.
╚══════════════ ❀ ❤️ ❀ ══════════════╝

Turut hadir dalam suasana duka tersebut Rektor UPG NTT Uli Jonathan Riwu Kaho, S.P., M.Si., para dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, ketua program studi, dosen, serta mahasiswa semester IV yang tampak larut dalam kesedihan mendalam atas kepergian rekan mereka.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa kehidupan mahasiswa perantau tidak hanya diwarnai perjuangan akademik, tetapi juga kerentanan sosial dan psikologis yang kerap luput dari perhatian. Lingkungan tempat tinggal mahasiswa, pengawasan sosial, hingga kepedulian antar sesama menjadi bagian penting yang tidak bisa dipisahkan dari dunia pendidikan.

Kini, di balik sunyinya kamar kos di Kelapa Lima, tersisa duka yang belum sepenuhnya terjawab. Sementara proses penyelidikan masih berjalan, keluarga, sahabat, dan civitas akademika UPG 1945 NTT hanya bisa mengantar kepergian Yerdi dengan doa—seraya berharap kebenaran segera menemukan jalannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *