Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita UtamaHukum & KriminalInfo PublikPemerintahanPeristiwa

Pasar Sentral Timika Kembali Diteror Pencurian, Disperindag Akui Pengawasan Masih Jadi Persoalan

107
×

Pasar Sentral Timika Kembali Diteror Pencurian, Disperindag Akui Pengawasan Masih Jadi Persoalan

Sebarkan artikel ini

TIMIKA, |BUSERKOTA.COM– Malam di Pasar Sentral Timika tak lagi hanya menyisakan suara langkah pedagang yang membereskan lapak dan denting gerobak yang perlahan menghilang di lorong-lorong pasar. Di balik redup lampu dan sepinya aktivitas, keresahan kembali menyelimuti para pedagang setelah kasus pencurian kembali terjadi di kawasan perdagangan terbesar di Mimika itu.
Bagi sebagian pedagang, kehilangan bukan hanya soal barang dagangan yang raib, tetapi juga tentang rasa aman yang perlahan memudar di tempat mereka menggantungkan hidup setiap hari.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mimika, Sabelina Fitriani, mengatakan pihaknya telah menempatkan petugas untuk melakukan pengawasan, namun luasnya area pasar menjadi tantangan tersendiri.
╔════════ ❀♡❀ ════════╗
“ Kami ada sekitar 20 petugas pasar dengan sistem dua shift untuk melakukan penjagaan. ”
╚════════ ❀♡❀ ════════╝
Menurut Sabelina, banyaknya akses keluar masuk di Pasar Sentral membuat pengawasan tidak dapat dilakukan secara maksimal di seluruh titik dalam waktu bersamaan.
╔════════ ❀♡❀ ════════╗
“ Pasar ini sangat luas dan memiliki banyak pintu masuk, sehingga memang cukup sulit untuk mengontrol seluruh area. ”
╚════════ ❀♡❀ ════════╝
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Mimika dalam waktu ke depan akan melakukan penataan besar di kawasan Pasar Sentral, termasuk pembenahan sistem keamanan dan pengaturan akses keluar masuk agar aktivitas pasar lebih mudah dikontrol.
Selain itu, Disperindag juga telah berkoordinasi dengan aparat keamanan dan kepolisian guna memperkuat pengawasan, termasuk memaksimalkan fungsi pos polisi yang berada di sekitar kawasan pasar.
Aktivitas pedagang kuliner malam pun ikut menjadi perhatian. Disperindag telah menetapkan batas operasional hingga pukul 00.00 WIT, namun masih ditemukan aktivitas yang melampaui ketentuan tersebut.
Kasus pencurian yang berulang di Pasar Sentral Timika menjadi gambaran bahwa pusat ekonomi rakyat membutuhkan lebih dari sekadar aktivitas perdagangan yang hidup. Pasar juga memerlukan sistem keamanan yang mampu memberi rasa tenang bagi para pedagang kecil yang setiap hari bertarung menjaga penghasilan keluarga mereka.
Sabelina menegaskan pihaknya akan terus melakukan evaluasi dan penguatan sistem pengawasan agar kejadian pencurian di Pasar Sentral Timika dapat diminimalisir.
Di tengah hiruk-pikuk pasar yang menjadi nadi ekonomi masyarakat itu, para pedagang kini hanya berharap satu hal sederhana: bisa membuka lapak setiap pagi tanpa kembali dihantui kehilangan di malam sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *