Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita NasionalBerita UtamaHukum & Kriminal

Jule Terjerat Etomidate, Paket Vape Membuka Misteri

4
×

Jule Terjerat Etomidate, Paket Vape Membuka Misteri

Sebarkan artikel ini

JAKARTA | BUSERKOTA.COM — Sore di sebuah apartemen kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, semula berjalan seperti hari-hari biasa. Lorong-lorong apartemen tetap menyimpan kesunyian, pintu-pintu tertutup rapat, dan kehidupan kota terus bergerak tanpa banyak suara.

Namun, pada Sabtu, 14 September 2026, sekitar pukul 17.15 WIB, sebuah paket justru mengubah suasana.

Paket itu bukan sekadar kiriman biasa. Di dalamnya terdapat satu cartridge vape yang menurut kepolisian mengandung etomidate, zat yang disebut sebagai narkotika Golongan II.

Perempuan yang menerima paket tersebut berinisial JP, yang dikenal publik sebagai selebgram Julia Prastini atau Jule.

Petugas Satresnarkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta kemudian melakukan pemeriksaan terhadap paket tersebut. Setelah dibuka, polisi menyatakan menemukan satu cartridge vape yang mengandung etomidate.

Dari sebuah paket kecil itulah, sebuah rangkaian pengungkapan perkara narkotika menemukan titik lain.

Sebuah kiriman datang. Polisi mengikuti jejaknya. Dan sebuah nama yang dikenal di ruang digital akhirnya masuk dalam pusaran penyidikan.

Jejak bermula dari dua perempuan

Sebelum sampai ke Cilandak, penyelidikan polisi bermula dari kawasan Kembangan, Jakarta Barat.

Pada sekitar pukul 13.00 WIB, polisi mengamankan dua perempuan berinisial RR dan RN di sebuah apartemen.

Dari lokasi tersebut, petugas menemukan 27 cartridge vape yang menurut kepolisian diduga mengandung etomidate.

Keterangan dari kedua perempuan itu kemudian menjadi bagian dari pengembangan penyidikan. Polisi menyebut RR dan RN mengaku memperoleh vape tersebut dari seorang pria berinisial XC, warga negara China.

Jejak penyelidikan pun bergerak.

Dari Kembangan menuju titik lain di Jakarta Barat. Dari dua perempuan menuju seorang pria yang disebut sebagai pemasok.

Pada saat yang sama, penyidik menemukan adanya pengiriman sebuah paket cartridge vape yang disebut dipesan oleh perempuan berinisial JP.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Budi Hermanto, menjelaskan bahwa paket tersebut menjadi bagian dari pengembangan penyidikan.

“Terdapat juga pengiriman satu buah paket yang di dalamnya berisikan cartridge vape yang mengandung narkotika Golongan II jenis etomidate yang dipesan oleh seorang perempuan dengan inisial JP.”

Kalimat itu menjadi pintu masuk bagi penyidik untuk mengikuti perjalanan sebuah paket hingga ke alamat penerimanya.

Dua tim mengejar dua jejak

Kasus itu kemudian berkembang menjadi dua arah.

Satresnarkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta membagi personel ke dalam dua tim.

Tim pertama bergerak mengejar sosok berinisial XC, warga negara China yang disebut dalam hasil interogasi RR dan RN.

Tim kedua mengikuti perjalanan paket yang ditujukan kepada JP.

Dua jejak itu bergerak pada waktu yang hampir bersamaan.

Di satu sisi, polisi menyusuri jejak seorang warga negara asing. Di sisi lain, mereka mengikuti sebuah paket menuju apartemen di Cilandak.

Sekitar pukul 17.00 WIB, Tim 1 berhasil mengamankan XC di sebuah hotel di wilayah Jakarta Barat.

Dari lokasi tersebut, polisi menyatakan menemukan 71 cartridge vape yang menurut hasil pemeriksaan awal mengandung etomidate.

Dengan temuan itu, jumlah cartridge yang disebut polisi dalam rangkaian pengungkapan tersebut semakin bertambah.

Namun penyidikan belum berhenti.

Sebab, satu paket lainnya sedang bergerak menuju alamat yang berbeda.

Ketika paket tiba di Cilandak

Sekitar pukul 17.15 WIB, Tim 2 melakukan undercover control delivery terhadap paket yang dikirim ke sebuah apartemen di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.

Paket itu akhirnya diterima oleh seorang perempuan berinisial JP.

Polisi kemudian meminta penerima membuka paket tersebut.

Menurut keterangan Polresta Bandara Soekarno-Hatta, isi paket sesuai dengan informasi yang telah diperoleh penyidik sebelumnya, yakni satu cartridge vape yang mengandung etomidate.

Di titik itulah nama Jule masuk dalam perkara tersebut sebagai orang yang diamankan untuk menjalani pemeriksaan.

Penggeledahan kemudian dilakukan di apartemen tersebut.

Polisi menyebut menemukan satu cartridge vape bekas pakai.

Jule bersama barang bukti kemudian dibawa ke Kantor Polresta Bandara Soekarno-Hatta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi juga menyatakan melakukan pemeriksaan urine terhadap yang bersangkutan.

Di balik gemerlap layar digital

Nama Julia Prastini selama ini dikenal melalui ruang digital.

Dunia media sosial mengenal sosoknya melalui gambar, video, gaya hidup, dan aktivitas yang bergerak cepat mengikuti algoritma.

Tetapi malam itu, gemerlap layar digital seolah berhenti sejenak.

Satu paket, satu cartridge, dan sebuah proses hukum mempertemukan dunia popularitas dengan ruang penyidikan kepolisian.

Perkara ini menunjukkan bagaimana sebuah pengungkapan narkotika dapat berkembang dari sebuah temuan kecil menjadi rangkaian penyelidikan yang melibatkan sejumlah orang dan lokasi.

Namun, proses hukum tetap harus berjalan dalam koridor pembuktian.

Sebab, penangkapan dan pemeriksaan merupakan bagian dari proses penyidikan, sementara mengenai ada atau tidaknya kesalahan pidana seseorang tetap harus dibuktikan berdasarkan alat bukti dan mekanisme hukum yang berlaku.

Karena itu, status hukum para pihak dalam perkara ini perlu ditempatkan secara proporsional sampai proses penyidikan dan tahapan hukum berikutnya memberikan kepastian.

Empat nama dalam satu rangkaian perkara

Dalam pengungkapan tersebut, polisi menyebut sedikitnya empat orang yang diamankan, yakni RR, RN, XC, dan JP.

RR dan RN diamankan lebih dahulu di apartemen kawasan Kembangan.

XC kemudian diamankan di sebuah hotel di Jakarta Barat dengan barang bukti yang disebut mencapai 71 cartridge vape.

Sementara JP diamankan setelah menerima paket di apartemen kawasan Cilandak.

Rangkaian itu menggambarkan satu pola penyidikan: temuan, interogasi, pengembangan, pengiriman, pengawasan, hingga penangkapan.

Tetapi setiap simpul tetap membutuhkan pembuktian tersendiri.

Barang bukti harus diuji. Keterangan para pihak harus diperiksa. Hubungan antara satu orang dengan orang lainnya harus dibuktikan. Dan seluruh proses harus ditempatkan dalam kerangka hukum acara pidana.

Sebab, di hadapan hukum, sebuah nama tidak boleh dihukum hanya oleh sorotan publik.

Sebuah paket, sebuah babak baru

Di kota sebesar Jakarta, paket-paket kecil setiap hari berpindah tangan tanpa suara.

Sebagian membawa pakaian. Sebagian membawa makanan. Sebagian membawa benda-benda yang tidak pernah menarik perhatian siapa pun.

Tetapi paket yang tiba di sebuah apartemen Cilandak pada sore itu menjadi berbeda.

Ia menjadi bagian dari pengungkapan perkara narkotika yang kini menyeret nama seorang selebgram.

Bagi polisi, paket itu adalah bagian dari barang bukti dalam proses penyidikan.

Bagi publik, peristiwa tersebut menjadi kabar yang menyentak ruang hiburan dan media sosial.

Bagi hukum, perkara itu masih merupakan rangkaian proses yang harus diuji melalui pembuktian.

Dan bagi Jule, pintu penyidikan telah terbuka.

Kini, bukan lagi kamera media sosial yang menentukan cerita.

Melainkan alat bukti, keterangan saksi, hasil pemeriksaan, serta proses hukum yang akan menentukan ke mana kisah itu bergerak.

Satu paket telah membuka satu babak.

Dan babak berikutnya masih menunggu di ruang hukum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *