Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita DaerahKesehatan

644 Ekor Babi Mati  dan dikuburkan Akibat ASF 

242
×

644 Ekor Babi Mati  dan dikuburkan Akibat ASF 

Sebarkan artikel ini

 

MIMIKA |LINTASTIMOR.COM] Sebanyak 644 ekor babi mati dan dikuburkan dilokasi yang ditentukan oleh  pemerintah Kabupaten Mimika  akibat  terserang penyakit virus African Swine Fever (ASF) .

Pantauan media ini di lokasi penguburan bangkai babi, per hari ini, Jumat (16/2/2024) ada sebanyak 58 ekor babi  dikuburkan di lahan yang disediakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, dalam hal ini Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) di Jalan Poros Sp5-Pigapu.

Kepala Disnakkeswan Kabupaten Mimika, Drh Sabelina Fitriani menyebut, per Kamis, 15 Februari 2024 kemarin jumlah babi yang sudah dikubur sebanyak 586 selama 20 hari penanganan penguburan.

“Berarti kan sudah bertambah lagi toh,” singkatnya kepada wartawan di lokasi penguburan bangkai babi.

Sabelina mengimbau kepada para peternak agar babi yang masih sehat segera diberikan serum.

Ia juga mengingatkan kepada para peternak agar tetap menjaga kondisi kandang tetap steril dan tidak mengizinkan sembarang orang untuk memasukinya bagi peternak yang kandangnya belum terdampak virus ganas tersebut.

“Virus itu dia akan menempel di tubuh kita, di baju-baju sehingga kita pergi ke kandang virus itu dia tinggal pindah. Jangankan kita ya, lalat saja bisa membawa kemudian burung-burung yang memakan bangkai-bangkai (babi),” ungkap Sabelina.

“Virus ini memang agak bandel. Di dalam kotoran ternak saja dia bisa bertahan sampai 300-an hari, hampir setahun. Kalaupun nanti babinya mati semua kemudian kandang itu belum steril lalu pelihara lagi tidak akan selamat karena dia akan muncul, virusnya cukup ganas dan dia bertahan. Jadi harapan kita dari dinas para peternak bersabar,” pungkas Sabelina.

Ia mengatakan, dinas menyediakan serum ASF, vaksin dan vitamin secara gratis. Bagi peternak yang hewan peliharaannya masih aman bisa mengambilnya di dinas untuk diberikan kepada ternaknya.

Sementara itu, untuk memutus mata rantai penyebarannya, Ia juga meminta kepada masyarakat agar tidak membawa babi dengan berbagai jenis olahannya dari luar Mimika.

(Penulis: Moh. Wahyu Welerubun).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *