Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita NasionalInfo PublikPeristiwa

700 Orang   di Mimika Mudik Sebelum Lebaran Idul Fitri

904
×

700 Orang   di Mimika Mudik Sebelum Lebaran Idul Fitri

Sebarkan artikel ini

Caption: Suasana Pelabuhan Poumako saat kedatangan KM Tatamailau. (Foto: Lintastimor.com/Mohamad).

 

MIMIKA |BUSERKOTA.COM| – Kepala PT Pelni Cabang Timika, Rachmansyah Chaidir mengatakan, puncak arus mudik lebaran 2024 di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mulai berlangsung per hari ini, Senin (1/4/2024).

Hal itu terjadi saat kedatangan KM Tatamailau dari pelabuhan asal Agats ke Poumako Timika, dan akan kembali berlayar dengan pelabuhan tujuan Tual.

Pantauan buserkota.com di dermaga Poumako Timika, akibat jarak yang sangat jauh dari pusat kota, para penumpang yang hendak berangkat ke Tual sudah mulai berdatangan memadati pelabuhan sejak pukul 11.00 WIT.

Sementara, KM Tatamailau sendiri tiba di Pelabuhan Laut Poumako Timika pada pukul 15.00 WIT. Tercatat, sekitar 200 penumpang dari Merauke turun di Mimika.

“Hari ini diperkirakan puncak mudik karena besok-besok sudah tidak ada kapal lagi. Tanggal 11 itu sudah arus balik,” ungkap Rachmansyah Chaidir saat ditemui di dermaga.

Rachmansyah mengatakan, jumlah penumpang yang akan mudik ke luar Mimika hari ini berdasarkan data rekap tiket yang terjual lebih dari 700 orang.

Sementara itu, Arifin, seorang penumpang yang akan berangkat ke Tual mengatakan, ia lebih memilih berangkat lebih awal dengan kapal yang akan mengangkutnya hari ini karena jika mendekati lebaran, kemungkinan akan lebih padat.

“Penumpang bisa berdesakan, belum lagi saya berangkat dengan anak dan istri saya,” kata Arifin.

Senada dengan Arifin, Delvia yang juga akan berangkat ke Tual mengatakan, ia tak ingin jika harus berdesak-desakan jika harus menunggu keberangkatan berikutnya.

Kata Delvia, ditambah lagi perubahan jadwal kapal yang sering berubah-ubah terkadang membuat para penumpang harus kejar-kejaran dari kota Timika menuju pelabuhan agar tidak ketinggalan kapal.

“Bayangkan aja kalau dekat-dekat lebaran dan kita harus berdesakan, potensi barang bawaan hilang itu pasti terjadi. Lalu, syukur kalau ada kapal, kalau tidak ada kapal dan baru ada setelah lebaran kan tidak bisa mudik kita,” pungkasnya.

(Penulis: Mohamad).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *