Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita UtamaHukum & KriminalPolitik

Berwaspadalah! Diduga Ada Politik Uang  Jelang Pilkada di TTU

215
×

Berwaspadalah! Diduga Ada Politik Uang  Jelang Pilkada di TTU

Sebarkan artikel ini

 

KEFAMENANU |BUSERKOTA.Com)-
Politisi Partai Golkar yang menyebrang mendukung paket JUANG, Paulus Modok memberikan aba-aba kepada relawan JUANG untuk menangkap paket tertentu yang mulai bombardir dari kampung ke kampung memberikan duit kepada sejumlah orang di setiap TPS dengan duit yang sangat bervariasi dari Rp 200. 000 sampai Rp 300.000.

Dia mengungkapkan, sampai sejauh ini ada paket tertentu yang mulai membawa diut dikover dari desa ke desa rakus kekuasaan. Karena itu, dirinya sebagai Wakil Ketua Tim Keluarga dari paket JUANG telah memastikan relawannya di setiap TPS untuk mengwanti-wanti gelagat orang-orang tertentu yang mencurigakan.

Bahkan dia telah menginstruksikan untuk menangkap setiap orang yang dinilai berpotensi untuk bermain duit.” Ya, kalau ada bukti yang cukup meyakinkan tolong tangkap mereka.”

Menurut Modok, politik memang membutuhkan dana, tetapi tidak untuk membeli suara.

“Jangan nodai demokrasi ini dengan seberapa duit yang diberikan dan terima oleh pemilih untuk memilih pasangannya,”ungkapnya.

Menurut mantan caleg Partai Golkar provibsi NTT dari Dapil 7 ini menjelaskan, jika ada orang dari kota dan mencurigakan sebaiknya hadir dan merekam. Jika ada rekaman dan mengarah oada “politik dagang sapi” maka sebaiknya dapat dihentikan.

Selain itu juga Paulus menambahkan, telah merebak issue yang cukup kuat soal jual beli suara di TPS dalam Pilkada TTU 27 November 2024 mendatang, pihaknya juga meminra kepada masyarakat untuk tidak terpengaruh akibat perbuatan oknum atau paket tertentu.

“Saya minta kepada masyarakat pemilih untuk tidak tergoda dengan politik uang karena politik uang merusak moral masyarakat dan merusak tatanan demokrasi untuk memilih pemimpinan yang berkualitas dan bermoral,” ungkapnya.

Disamping itu, Modok juga mengajak masyarakat untuk menolak politik uang. “Mari kita ciptakan demokrasi yang bersih, jujur, adil dan berwibawa. Jangan terpengaruh oleh karena Anda menerima uang dari pasangan tertentu,” ujarnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *