ATAMBUA |BUSERKOTA.Com) – Pemerintah Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur, menerima mahasiswa Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dan Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang di Gedung Wanita Betelalenok, Atambua, Senin (23/6/2025).
Acara penerimaan ditandai dengan sambutan Bupati Belu, Willybrodus Lay, S.H yang dibacakan oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kerja Sama dan Hukum, Drs. Laurentius Nahak, M.Si.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Belu, Willybrodus Lay, S.H, dan Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, S.T yang berhalangan hadir karena tengah mengikuti retret kepemimpinan kepala daerah di Jatinangor, Jawa Barat.
“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Belu, kami mengucapkan selamat datang kepada para mahasiswa dan ucapan terima kasih kepada Rektor UGM dan Rektor Undana yang telah memilih Belu sebagai lokasi pelaksanaan KKN,” ujar Laurentius Nahak.
Ia juga menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change) di masyarakat, yang diharapkan mampu mengidentifikasi permasalahan sosial serta membantu pemberdayaan masyarakat desa secara aktif.
Melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Belu.
Selain itu, mahasiswa juga didorong untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan, mengembangkan inovasi lokal, dan membangun kolaborasi dengan masyarakat desa dalam menggali potensi sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) di wilayah perbatasan.
“Gunakan kesempatan ini untuk terus memperkaya wawasan, menjalin empati dengan masyarakat, serta membangun solusi yang kontekstual dan berkelanjutan,” pesan Lorentius.
Acara dilanjutkan dengan penyerahan plakat dan cenderamata dari pihak UGM dan Undana kepada Pemerintah Kabupaten Belu sebagai simbol kerja sama kelembagaan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, kepala desa, serta ratusan mahasiswa peserta KKN dari kedua universitas.
Melalui kegiatan KKN ini, sinergi antara dunia akademik dan masyarakat diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam pembangunan daerah, khususnya di wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste.














