Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita NasionalBerita UtamaHukum & KriminalSosial

Razia malam Rutan Ambon: TNI-Polri turun tangan, 30 warga binaan negatif narkoba

99
×

Razia malam Rutan Ambon: TNI-Polri turun tangan, 30 warga binaan negatif narkoba

Sebarkan artikel ini

AMBON | BUSERKOTA.COM – Malam di Rumah Tahanan Negara Kelas IIA Ambon itu tidak berjalan seperti biasanya. Ketika sebagian besar warga kota mulai beristirahat, lorong-lorong blok hunian rutan justru dipenuhi langkah tegas petugas gabungan TNI, Polri, dan jajaran pemasyarakatan yang bergerak melakukan razia insidentil, Jumat malam (22/5/2026).

Jam menunjukkan pukul 20.00 WIT saat penggeledahan dimulai. Di bawah pengawasan ketat aparat gabungan, setiap sudut kamar di Blok Dahlia kamar 1 hingga kamar 9 diperiksa satu per satu. Tidak hanya kamar hunian, warga binaan pun turut menjalani pemeriksaan menyeluruh demi memastikan tidak ada barang terlarang maupun aktivitas ilegal di dalam rutan.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Plt Kepala Rutan Kelas IIA Ambon,  ,Jefry R. Persulessy. bersama Kabag Umum Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Maluku, , dengan melibatkan unsur TNI/Polri, pejabat struktural, dan pegawai Rutan Ambon.

Razia ini merupakan tindak lanjut Program 15 Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya poin 6 tentang pemberantasan narkoba dan praktik penipuan di dalam lapas maupun rutan.

╔════════════════════════════════╗
“Kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban di Rutan Ambon tetap kondusif. Kami juga ingin memastikan tidak ada peredaran narkoba maupun penggunaan handphone ilegal di dalam rutan,” ujar Jefry R. Persulessy.
╚════════════════════════════════╝

Dalam penggeledahan tersebut, petugas menemukan sejumlah barang terlarang berupa 2 gunting, 10 silet, 5 korek gas, 5 isi cutter, 4 sendok, 1 charger handphone, 8 paku, 1 flashdisk, 2 jarum, 1 pinset, 1 alat cukur, serta 3 potong besi.

Meski berbagai benda berpotensi membahayakan berhasil diamankan, petugas memastikan tidak ditemukan narkoba maupun handphone di dalam kamar hunian warga binaan.

╔════════════════════════════════╗
“Alhamdulillah, dari hasil penggeledahan tidak ditemukan narkoba dan handphone. Ini menunjukkan pengawasan yang terus kami lakukan berjalan efektif, namun pengawasan tetap akan diperketat,” tambah Jefry.
╚════════════════════════════════╝

Usai razia, kegiatan dilanjutkan dengan tes urine terhadap 30 warga binaan kasus narkoba yang didampingi langsung petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi Maluku bersama tenaga medis Klinik Pratama Rutan Ambon.

Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh warga binaan yang menjalani tes urine dinyatakan negatif narkoba.

Sementara itu, Sarwono menegaskan bahwa razia gabungan dan tes urine akan terus dilakukan secara rutin sebagai bagian dari penguatan pengawasan di seluruh satuan kerja pemasyarakatan di Maluku.

Secara kontekstual, razia gabungan semacam ini menjadi bagian penting dalam upaya pemasyarakatan modern yang tidak hanya fokus pada pengamanan fisik, tetapi juga pada perang terhadap peredaran narkoba dan barang terlarang di dalam lapas maupun rutan. Langkah preventif yang konsisten dinilai mampu menjaga stabilitas keamanan sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan.

Seluruh barang hasil temuan kini telah diamankan untuk didata dan selanjutnya dimusnahkan sesuai prosedur yang berlaku. Sementara malam kembali berjalan tenang di balik tembok Rutan Ambon—meninggalkan pesan bahwa pengawasan tidak pernah benar-benar tidur.

Penulis: Redaksi BuserkotaEditor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *