Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita NasionalBerita UtamaInfo PublikPeristiwa

Laut Minahasa Membawa Pergi Mereka: Derai Air Mata 26 Penumpang yang Belum Ditemukan

420
×

Laut Minahasa Membawa Pergi Mereka: Derai Air Mata 26 Penumpang yang Belum Ditemukan

Sebarkan artikel ini

MINAHASA|BUSERKOTA.Com) — 
Mentari pagi tampak muram di pesisir Minahasa, Sulawesi Utara. Asap dari sisa kebakaran kapal masih menggantung rendah di cakrawala, seakan enggan pergi sebelum kisah ini tuntas. Musibah kapal terbakar yang terjadi Minggu, 20 Juli 2025  menyisakan duka yang membekas.

Bukan hanya karena korban luka dan kehilangan harta benda, tapi karena masih ada 26 penumpang yang hingga kini belum ditemukan—lenyap bersama ombak yang menderu.

Di pelataran pelabuhan, tangis tak pernah reda. Keluarga korban terus berdatangan, sebagian memeluk secarik kertas berisi nama orang-orang tercinta yang masih dinyatakan hilang.

“Anakku baru tiga tahun, baru bisa lancar panggil mama. Kenapa harus dia?”
Rosalina Suma, ibu dari korban kecil Smak Suma (3 tahun)

Di sudut lain, seorang pria tampak memandangi laut dengan mata kosong. Ia adalah saudara dari Jack Lemunang (48), korban yang disebut-sebut terakhir terlihat di dek 4.

“Dia naik kapal untuk cari pekerjaan di luar pulau. Kami sempat video call sebelum berangkat… Saya tidak sangka itu jadi yang terakhir,” katanya lirih.

Berikut ini daftar lengkap 26 penumpang yang masih dinyatakan hilang (sesuai data lapangan yang diperoleh redaksi):

Nama-Nama Korban Belum Ditemukan:

(Laki-laki = L / Perempuan = P)

  1. Januhardy R. Paland / 52 tahun / L
  2. Beatrix Bimilang / 60 tahun / P
  3. Suca Awasa / 1 tahun / P
  4. Misel Labok / 45 tahun / P
  5. Jokobet Dego / 38 tahun / P
  6. Atni Tinting / 48 tahun / P
  7. Anisa Angeline Bulo / 23 tahun / P
  8. Florina Sulba / 23 tahun / P
  9. Jack Lemunang / 48 tahun / L
  10. Umi Yunet / P
  11. Smak Suma / 3 tahun / P
  12. Seli Rangi / 14 tahun / L
  13. Ari Temor / 19 tahun / L
  14. Marlin Sedang / 23 tahun / L
  15. Petee Rumgang / 66 tahun / L
  16. Jules Lemunang / 6 tahun /
  17. Clarita Renga / 10 tahun / P
  18. Lumente Gunogar / 57 tahun / P
  19. Ferry Balungsoa / 58 tahun / L
  20. Juliani Maenin / 43 tahun / P
  21. Elviner Cani Lathian / 33 tahun / P
  22. Dedi Polakua / 19 tahun / L
  23. Hasani / 45 tahun / L
  24. Remata Pasuma / bayi / P
  25. Missi Tundag / 30 tahun / P
  26. NN (Identitas belum diketahui)

Upaya Pencarian Terus Dilakukan

Kepala Basarnas Wilayah Sulut, Letkol Maritim Andreas M. Silaban, menyampaikan bahwa proses pencarian diperpanjang hingga 7 hari ke depan.

“Kami kerahkan penyelam, kapal pencari, hingga drone laut. Fokus kami adalah menyisir area 10 mil laut dari titik kebakaran. Kami minta semua pihak tetap tabah dan sabar,” tegasnya saat konferensi pers.

Duka ini menjadi pengingat bahwa keselamatan pelayaran masih menjadi tantangan besar. Beberapa keluarga korban mengaku tidak mengetahui apakah kapal itu sudah memenuhi standar keselamatan.

“Kapalnya penuh, tidak ada pelampung cukup. Harus ada evaluasi besar-besaran,” ujar Marsel Gunogar, keluarga dari korban Lumente Gunogar.

Harapan yang Belum Padam

Malam di pelabuhan Minahasa kini dipenuhi lilin-lilin kecil dan doa. Beberapa warga menggelar doa bersama, berharap keajaiban datang. Bahwa entah bagaimana, satu per satu nama itu akan kembali pulang.

Bagi sebagian keluarga, kehilangan adalah luka. Namun ketidakpastian adalah siksaan. Mereka hanya ingin kepastian, meski itu hanya tubuh yang dapat dikuburkan dengan layak.


TIM Redaksi Buserkota.com turut berdukacita atas peristiwa ini. Kami akan terus mengawal perkembangan pencarian hingga tuntas.


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *