Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita NasionalBerita UtamaHukum & Kriminal

RIP Prada Lucky Namo: Diduga Disiksa Senior, Jenazah Diberangkatkan ke Kupang

445
×

RIP Prada Lucky Namo: Diduga Disiksa Senior, Jenazah Diberangkatkan ke Kupang

Sebarkan artikel ini

NAGEKEO, [BUSERKOTA.COM] – Duka mendalam menyelimuti institusi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Seorang prajurit muda, Prada Lucky Chepril Saputra Namo (23), meninggal dunia secara tragis setelah diduga mengalami penyiksaan dari senior-seniornya di lingkungan Batalyon TP 834 Wakanga Mere, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.

Korban menghembuskan napas terakhirnya di ruang ICU Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aeramo, Kecamatan Aesesa, pada Rabu, 6 Agustus 2025 pukul 11.23 WITA, setelah menjalani perawatan intensif selama tiga hari sejak Sabtu (2/8).


Luka Fisik, Luka Batin

Pria asal Kuanino, Kota Kupang ini dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis. Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, Prada Lucky sempat menyampaikan kepada dokter saat berada di ruang radiologi bahwa dirinya mengalami tindakan kekerasan oleh sejumlah senior sesama prajurit TNI.

Seorang warga yang membantu proses pemulasaran jenazah menyebutkan bahwa sekujur tubuh korban dipenuhi luka lebam, sayatan, serta luka bakar yang diduga akibat sundutan api rokok.

“Bagian punggung korban terlihat penuh luka memar, seperti bekas pukulan benda keras,” ungkap saksi mata yang ikut mengurus jenazah.


Dalam Perjalanan Pulang ke Kupang

Saat ini, jenazah Prada Lucky dalam proses pemulangan ke Kota Kupang untuk disemayamkan dan dimakamkan oleh pihak keluarga. Suasana haru menyelimuti perjalanan terakhir prajurit muda ini ke kampung halamannya.

Hingga berita ini dirilis, belum ada pernyataan resmi dari Komandan Batalyon TP 834, namun informasi yang diterima menyebutkan bahwa Polisi Militer Kodam IX/Udayana telah turun tangan untuk menyelidiki dugaan kekerasan yang menewaskan Prada Lucky.


“Kami hanya ingin kebenaran dibuka dan keadilan ditegakkan,” ujar seorang kerabat korban.


Kasus ini menambah deretan panjang kekerasan internal di lingkungan militer yang kini menjadi perhatian publik. Masyarakat dan keluarga berharap agar penegakan hukum dilakukan secara transparan, tegas, dan adil.

Selamat jalan Prada Lucky Namo. Tugasmu telah usai, kini saatnya bangsa ini membelamu dengan keadilan.


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *