Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita NasionalBerita UtamaHukum & KriminalPeristiwa

Denpom Ende Tahan Empat Prajurit, Kasus Kematian Prada Lucky Mulai Terkuak

412
×

Denpom Ende Tahan Empat Prajurit, Kasus Kematian Prada Lucky Mulai Terkuak

Sebarkan artikel ini

 

JAKARTA |BUSERKOTA.Com) Malam itu, di barak yang seharusnya menjadi tempat istirahat dan persaudaraan antar prajurit, nyawa Prada Lucky Chepril Saputra Namo (23) justru melayang. Prajurit muda yang baru lima bulan menyandang seragam loreng itu diduga meregang nyawa akibat penganiayaan oleh rekan-rekannya sendiri.

Kabar duka ini tak hanya menyayat hati keluarga, tetapi juga mengguncang Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 834/Wakanga Mere (Yonif TP 834/WM) yang bermarkas di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.

Komandan Kompi C Yonif TP 834/WM, Lettu Inf Rahmat, mengungkap perkembangan terbaru penyelidikan. Menurutnya, hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) mengarah pada keterlibatan empat prajurit berpangkat Prajurit Satu (Pratu), yang tak lain adalah rekan seangkatan korban di batalyon tersebut.

“Setelah melakukan olah TKP, tim menemukan empat orang terduga pelaku pemukulan terhadap almarhum Prada Lucky. Keempatnya berpangkat Pratu dan saat ini sudah kami amankan di Subdenpom Ende untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Lettu Rahmat, Kamis (7/8/2025).

Proses hukum kini berada di tangan Sub Detasemen Polisi Militer (Subdenpom) Ende, yang menahan para terduga pelaku guna pendalaman kasus. Penahanan ini menjadi titik terang awal dari misteri yang menyelimuti kematian Prada Lucky.

Namun, di balik setiap berita perkembangan hukum, tersisa satu pertanyaan yang mengendap di benak publik: bagaimana mungkin di lingkungan yang dibangun atas dasar disiplin, kebersamaan, dan sumpah setia kepada negara, bisa lahir tindakan yang merenggut nyawa seorang prajurit muda?

Kini, mata masyarakat, keluarga, dan rekan-rekan seangkatan tertuju pada proses penyelidikan ini. Harapan mereka sederhana—keadilan ditegakkan, kebenaran diungkap, dan tak ada lagi nyawa yang hilang sia-sia di tangan sesama saudara seperjuangan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *