Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita NasionalBerita UtamaHukum & KriminalPeristiwaPolitik

PKB Minta Pemakzulan Bupati Pati Sudewo Lewati Jalan Demokrasi, Bukan Anarkisme

104
×

PKB Minta Pemakzulan Bupati Pati Sudewo Lewati Jalan Demokrasi, Bukan Anarkisme

Sebarkan artikel ini

PATI |BUSERKOTA.Com)—Langit Pati siang itu tampak teduh, namun di bawahnya riuh suara rakyat tak terbendung. Ribuan warga memadati Alun-alun Kabupaten Pati, menatap lurus ke arah Kantor Bupati.

Mereka datang bukan sekadar untuk berdiri, melainkan untuk bersuara: meminta Bupati Sudewo turun dari jabatannya.

Di tengah gelombang desakan itulah, Wakil Sekretaris Dewan Syura DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Maman Imanul Haq, angkat bicara. Baginya, perbedaan pendapat adalah lumrah, namun jalan menuju perubahan tak boleh dibungkus kekerasan.

“Jangan sampai ada orang dijatuhkan lewat proses anarkisme, tetapi harus pakai mekanisme demokrasi,” ujarnya, Kamis (14/8/2025).

PKB, yang turut mengusung Sudewo pada Pilkada 2024, menegaskan bahwa proses yang sedang berjalan harus tetap berada di jalur hukum dan konstitusi. DPRD Pati sendiri telah membentuk Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket untuk menguji layak tidaknya pemakzulan sang bupati.

“Itu berarti mekanismenya sudah oke, sudah tepat,” sambung Maman, menatap persoalan ini dengan dingin namun tegas.

Namun, di sisi lain, Bupati Sudewo bergeming. Politikus Partai Gerindra itu memilih bertahan meski aksi protes membuncah di halaman kantornya sehari sebelumnya. Sikapnya kian memantik emosi publik setelah sempat menantang warga untuk turun ke jalan, buntut dari kebijakan penyesuaian Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang membuat Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) melesat hingga 250 persen.

Kenaikan itu, menurut warga, telah menghimpit ekonomi rumah tangga, membuat banyak yang merasa tak lagi sanggup membayar kewajiban pajaknya. PBB-P2 sendiri adalah pajak atas bumi dan/atau bangunan yang dimiliki atau dimanfaatkan, kecuali untuk kegiatan perkebunan, perhutanan, dan pertambangan.

Kini, aroma perubahan berbaur dengan udara Pati. Rakyat telah bersuara, parlemen telah bergerak, dan sang bupati memilih bertahan. Sementara itu, PKB hanya mengingatkan satu hal: di republik ini, setiap langkah besar seharusnya ditapaki di jalan demokrasi—bukan di lorong gelap anarkisme.


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *