Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita NasionalBerita UtamaInfo PublikOlahraga

Malam di Perbatasan Memerah Semangat: 100 Tim Gerak Jalan Tempuh 45 Kilometer demi Piala Kapolda NTT

355
×

Malam di Perbatasan Memerah Semangat: 100 Tim Gerak Jalan Tempuh 45 Kilometer demi Piala Kapolda NTT

Sebarkan artikel ini

 

ATAMBUA |BUSERKOTA.Com)– 
Di bawah langit malam yang teduh, dentuman musik dan sorak-sorai warga memecah sunyi Desa Rinbesihat, Kecamatan Tasifeto Barat. Tepat pukul 20.00 Wita, Kamis (14/8/2025), langkah tegap para peserta mulai menghentak aspal—menandai dimulainya Lomba Gerak Jalan Kemerdekaan 45 Kilometer memperebutkan Piala Kapolda NTT.

Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH, berdiri di garis start bersama Kapolda NTT, Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., didampingi Ny. Vily Rudi Darmoko. Hadir pula Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Republik Indonesia, Komjen Pol Makhruzi Rahman, S.IK., M.H., pejabat yang mewakili Gubernur NTT, Wakil Bupati Belu Vicente Hornai Gonsalves, ST., jajaran Forkopimda Kabupaten Belu, serta para pimpinan OPD.

Dengan bendera kotak-kotak hitam-putih di tangan, Kapolda NTT memberi aba-aba, lalu mengibaskannya lebar. Sorakan warga pecah. Satu per satu tim mulai melangkah mantap, seragam putih mereka berkilau tertimpa cahaya lampu sorot.

“Lomba ini bukan sekadar adu jarak, tapi simbol persatuan dan kegigihan. Kita buktikan bahwa di perbatasan, semangat kemerdekaan tetap menyala,” ujar Bupati Belu dalam sambutannya, disambut tepuk tangan meriah warga.

Sebanyak 100 tim dari berbagai wilayah di NTT ikut ambil bagian, memadati rute yang membentang sejauh 45 kilometer. Rute ini bukan hanya menguji fisik, tetapi juga mental dan kekompakan. Sepanjang jalan, warga berdiri di tepi, melambaikan tangan, menyemangati peserta yang melintas.

Kapolda NTT, Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, menegaskan bahwa lomba ini juga menjadi ajang mempererat hubungan antarwilayah di NTT. “Kita ingin mengirim pesan: jarak dan batas tidak akan memisahkan kita sebagai bangsa. Justru di sinilah, di ujung negeri, kita rayakan kemerdekaan dengan kebanggaan,” ujarnya.

Pelepasan gerak jalan ini menjadi salah satu rangkaian puncak perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Belu. Di tengah suasana malam yang penuh sorot lampu dan kibaran merah putih, perbatasan sekali lagi membuktikan: semangat merdeka tak pernah padam.


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *