Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita UtamaHukum & KriminalPeristiwa

Serda Rahman Gugur Saat Melerai Keributan: “Ia Pergi Membawa Kedamaian”

92
×

Serda Rahman Gugur Saat Melerai Keributan: “Ia Pergi Membawa Kedamaian”

Sebarkan artikel ini

WONOSOBO | BUSERKOTA.COM )–
Sebuah kebaikan hati berujung pada duka mendalam. Serda Rahman Setiawan, prajurit Kodim 0707 Wonosobo, menghembuskan napas terakhir setelah dibacok saat mencoba melerai keributan di sebuah kafe di Kecamatan Sapuran, Minggu malam (14/9/2025).

Niat mulianya untuk mendamaikan pertikaian justru berbalas kebiadaban. Seorang pelaku yang sempat meninggalkan lokasi kembali dengan sebilah golok, lalu menyasar tubuh Rahman tanpa ampun.

Rahman sempat dilarikan ke rumah sakit, namun luka parah membuat nyawanya tak tertolong. Ia gugur bukan di medan perang, melainkan di tengah usaha menebarkan kedamaian.

“Beliau maju tanpa ragu, niatnya hanya satu: mendamaikan orang yang bertikai. Tapi takdir berkata lain,” ujar seorang saksi mata dengan mata berkaca-kaca.


Pelaku Tertangkap, Minta Ampun di Ujung Pengejaran

Senin siang (15/9), pelaku berhasil ditangkap aparat kepolisian setelah pengejaran intensif. Saat diciduk, ia hanya bisa berteriak lirih, “Ampun, Bang… ampun!”

Namun, jeritan itu tak akan mampu mengembalikan seorang prajurit yang sudah terbaring kaku. Seorang putra bangsa telah pergi, meninggalkan keluarga, sahabat, dan rekan sejawat dalam duka.

“Kami berduka mendalam. Rahman adalah contoh nyata prajurit yang tak hanya membela negara, tapi juga masyarakat sekitarnya,” ungkap seorang perwira Kodim 0707.


Multibahasa Feature

English Version:
Sergeant Rahman Setiawan fell not in the battlefield, but in the heart of a café, while trying to bring peace. His sacrifice will be remembered as the price of kindness.

Latin:
Non in proelio cecidit, sed dum pacem quaerit inter homines litigantes. Memoria eius aeternum manebit.

Dutch (Belanda):
Sergeant Rahman stierf niet op het slagveld, maar terwijl hij probeerde vrede te brengen. Zijn offer zal voor altijd herdacht worden.

Tetun (Timor Leste):
Sargento Rahman mate la’os iha fronteira, maibé iha kafe kiik, bainhira nia hakarak halo dame. Sakrifísiu ne’e sei hetan lembransa nafatin.

Bahasa Daerah (Wonosobo/Jawa):
“Pak Rahman kuwi wong becik, arep mecahake gelut malah kelangan nyawa. Gusti paring pangapunten lan panglipur kanggo keluargane.”


✒️ BUSERKOTA.COM – Menyuarakan Fakta, Menegakkan Keadilan


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *