Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita NasionalBerita Utama

Malaka, Malam yang Tak Tidur: Ibu-Ibu Bermalam di Gedung DPRD Demi Menjemput Keadilan

133
×

Malaka, Malam yang Tak Tidur: Ibu-Ibu Bermalam di Gedung DPRD Demi Menjemput Keadilan

Sebarkan artikel ini

MALAKA | BUSERKOTA.COM – Malam di Betun, ibu kota Kabupaten Malaka, berubah menjadi panggung perlawanan sunyi. Sejumlah ibu-ibu datang dengan wajah letih namun penuh tekad, memenuhi Gedung DPRD Malaka sejak kemarin hingga pagi ini. Mereka bukan sekadar berunjuk rasa, melainkan menjadikan rumah rakyat itu benar-benar rumah mereka—tempat bermalam, memasak, hingga tidur di lantai dingin gedung dewan.

Gedung yang biasanya hanya ramai saat sidang, kini berdenyut oleh suara sendok yang beradu dengan panci, aroma masakan sederhana, serta bisik doa yang keluar dari bibir para perempuan tangguh itu. Mereka menolak pulang, memilih menukar kenyamanan rumah dengan dinginnya lantai gedung DPRD. Semua demi satu kata yang terus mereka gaungkan: keadilan.

“Kami tidak akan pergi sebelum suara kami didengar. Anak-anak kami, keluarga kami, butuh kepastian dari pemerintah. Kami rela tidur di sini,” ujar salah seorang ibu dengan mata yang sembab tapi menyala.

DPRD Malaka, yang biasanya hanya jadi simbol politik, kini betul-betul dihidupi masyarakat. Dindingnya menyimpan keluh kesah, lantainya menjadi saksi tidur beralaskan kain seadanya, sementara halamannya dipenuhi bara semangat yang tak padam.

Bagi para ibu itu, malam panjang di gedung wakil rakyat bukan sekadar protes. Ia menjelma doa kolektif, harapan bersama, agar pemerintah membuka mata dan telinga.

Di tengah dingin malam dan kerasnya kursi-kursi kayu, cinta mereka pada keluarga dan tanah Malaka justru terasa hangat. Seakan-akan, dari tubuh lelah yang berbaring di lantai DPRD itu, lahir sebuah pesan yang sederhana namun menggema: jangan biarkan rakyat menunggu terlalu lama untuk sebuah keadilan.


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *