KUPANG |BUSERKOTA.Com) — Suasana duka menyelimuti Pelabuhan Perikanan Tenau, Rabu (8/10/2025) pagi. Jenazah Luhut Alfonsius Silalahi, nelayan asal Semarang, tiba di dermaga setelah perjalanan panjang dari laut lepas. Ia tewas diduga akibat ditusuk oleh rekan sesama anak buah kapal (ABK) KM Amanata 04, Andi Natun, warga Alak, Kupang.
“Korban meninggal dunia saat perjalanan pulang ke Kupang. Tersangka sudah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata salah satu petugas Subdit Gakkum Polairud Polda NTT yang memantau langsung kedatangan kapal di dermaga Tenau.
Dari laporan resmi yang diterima BuserKota.com, peristiwa tragis itu terjadi pada Senin (6/10/2025) pagi di tengah laut, ketika korban yang sedang tidur tiba-tiba diserang dengan sebilah pisau oleh tersangka. Setelah kejadian, tersangka sempat melompat ke laut untuk melarikan diri namun berhasil diamankan oleh nahkoda kapal bersama para ABK lain.
Kapal KM Amanata 04 yang semula melaut untuk pancing rawai di perairan koordinat 127, akhirnya kembali ke Tenau dengan membawa jenazah korban.
Sesampainya di pelabuhan, jenazah langsung dibawa ke RS Bhayangkara Kupang, sementara tersangka dan seluruh ABK diamankan di Mako Polairud Polda NTT untuk dimintai keterangan.
Motif penusukan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Korban diketahui tidak memiliki keluarga di Kupang dan datang dari Semarang bersama rekan-rekannya untuk bekerja sebagai nelayan.
“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. Semua pihak telah dimintai keterangan termasuk nahkoda dan para ABK,” ujar sumber kepolisian.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus kekerasan di laut yang kembali menjadi sorotan aparat dan publik.
🜛 BuserKota.com — Ungkap Fakta Hukum dan Kriminal














