Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita DaerahBerita NasionalBerita UtamaInfo PublikPemerintahan

Di Halaman Sekolah, Pesan Negara Ditanam: Polsek Lamaknen Ajak Generasi Muda Menjaga Kamtibmas

89
×

Di Halaman Sekolah, Pesan Negara Ditanam: Polsek Lamaknen Ajak Generasi Muda Menjaga Kamtibmas

Sebarkan artikel ini

ATAMBUA | BUSERKOTA.Com — Pagi yang masih basah oleh embun di kaki perbatasan itu menjadi saksi: barisan pelajar berdiri tegap, bendera berkibar perlahan, dan suara amanat mengalun—bukan sekadar rutinitas upacara, melainkan penanaman nilai tentang bagaimana hidup sebagai warga yang bertanggung jawab.

Senin, 20 April 2026, tepat pukul 07.00 WITA, halaman SMA Negeri Weluli di Desa Persiapan Weluli, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, berubah menjadi ruang pertemuan antara pendidikan dan pengabdian. Wakil Kepala Polsek Lamaknen, IPDA Marianus Mite, berdiri sebagai Inspektur Upacara, membawa pesan negara yang disampaikan dengan bahasa yang membumi.

Upacara berlangsung khidmat, dihadiri Kepala Sekolah, jajaran wakil kepala sekolah, Bhabinkamtibmas Desa Lakmaras, para guru, tenaga kependidikan, serta seluruh siswa-siswi. Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk dukungan kolektif untuk menjaga ruang pendidikan tetap aman dan bermartabat.

Dalam amanatnya, Wakapolsek menegaskan bahwa upacara bukan hanya penghormatan bagi para pahlawan bangsa, tetapi juga ruang refleksi bagi generasi muda untuk memahami arti ketertiban dan tanggung jawab sosial.

╔══════════════════════════════════════════════╗
║ 🌸 “Upacara ini bukan hanya penghormatan bagi
para pejuang, tetapi juga momentum untuk
mengajak kita semua menjaga ketertiban umum.” 🌸
║ ║
║ — IPDA Marianus Mite ║
╚══════════════════════════════════════════════╝

Ia mengingatkan para pelajar untuk menjauhi berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan: tawuran, konsumsi minuman keras, tindakan anarkis, hingga penggunaan media sosial yang tidak bijak. Di era digital yang serba cepat, kata-kata bisa menjadi senjata—dan karena itu harus digunakan dengan tanggung jawab.

╔══════════════════════════════════════════════╗
║ 🌸 “Gunakan media sosial dengan bijak, jauhi
tawuran, minuman keras, dan perilaku anarkis.
Jadilah pelopor nilai-nilai positif.” 🌸
║ ║
║ — IPDA Marianus Mite ║
╚══════════════════════════════════════════════╝

Lebih dari itu, keamanan lingkungan sekolah juga menjadi perhatian utama. Setiap individu, baik siswa maupun tenaga pendidik, diajak untuk menjadi penjaga pertama bagi ketertiban di sekitarnya—membangun budaya saling mengingatkan dan menjaga.

Kegiatan yang berakhir pada pukul 07.30 WITA ini berjalan lancar dan penuh makna. Tidak ada gangguan, tidak ada kegaduhan—yang tersisa hanyalah pesan yang perlahan meresap dalam benak para pelajar.

Secara kontekstual, kehadiran aparat kepolisian dalam ruang pendidikan seperti ini mencerminkan pendekatan preventif yang semakin relevan. Di tengah tantangan sosial dan pengaruh digital yang kian kompleks, sekolah bukan hanya tempat belajar ilmu, tetapi juga benteng karakter. Dan kolaborasi antara aparat dan institusi pendidikan menjadi kunci untuk menjaga arah generasi muda tetap pada jalur yang benar.

Di halaman sekolah itu, pagi telah berlalu. Namun pesan yang ditanamkan hari ini akan terus hidup—dalam pilihan, dalam sikap, dan dalam masa depan yang sedang mereka bangun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *