Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita NasionalBerita UtamaHukum & KriminalInfo Publik

Saling Ejek Berujung Bentrokan Pemuda di Mappi

25
×

Saling Ejek Berujung Bentrokan Pemuda di Mappi

Sebarkan artikel ini

MAPPI |BUSERKOTA COM – Keramaian pasar malam semestinya berakhir dengan tawa dan langkah pulang menuju rumah. Namun di jalan, sebuah ejekan justru menjadi percikan yang membesar. Dua kelompok pemuda dari Jalan Tenemoghon dan Tanjung Kopi terlibat aksi saling serang hingga membuat warga di sekitar simpang Jalan Tanjung Kopi diliputi keresahan, Selasa (12/8/2026).

Polres Mappi bergerak cepat setelah menerima laporan warga. Personel dikerahkan untuk memisahkan kedua kelompok yang terlibat bentrokan dengan menggunakan lemparan batu dan senjata tajam.

Setibanya di lokasi, anggota Polres Mappi membentuk barikade untuk menyekat ruang gerak kedua kubu. Langkah tersebut dilakukan untuk menghentikan bentrokan sekaligus mencegah kemungkinan jatuhnya korban.

Kapolres Mappi Kompol Suparmin S.IP., M.H melalui Kanit Pamapta III Ipda Ferdinan N. Pepuho mengatakan, personel langsung mengambil tindakan setelah menerima informasi mengenai bentrokan tersebut.

Situasi yang semakin memanas membuat polisi harus menggunakan langkah tegas untuk membubarkan massa.

“Dalam proses pembubaran, petugas terpaksa melepaskan tembakan peringatan ke udara karena situasi yang kian memanas. Menggunakan tameng antihuru-hara, personel mendorong mundur kedua kelompok massa agar kembali ke kediaman masing-masing,” tutur Ferdinan.

Setelah kedua kelompok berhasil dipisahkan, personel kepolisian tetap bersiaga di titik sentral bentrokan. Penjagaan dilakukan untuk memastikan tidak terjadi serangan susulan yang dapat kembali memicu keributan.

Namun polisi tidak berhenti pada tindakan pembubaran. Setelah situasi mulai terkendali, pendekatan persuasif dikedepankan melalui dialog bersama kedua pihak.

Aparat bersama tokoh masyarakat setempat memberikan pemahaman kepada kedua kelompok mengenai dampak panjang dari pertikaian. Pesan yang disampaikan sederhana, tetapi penting: sebuah perselisihan yang bermula dari persoalan kecil dapat meninggalkan luka yang jauh lebih besar apabila dibiarkan berkembang menjadi dendam.

Hasil penyelidikan awal menunjukkan, bentrokan tersebut bermula dari saling ejek ketika sejumlah pemuda berjalan pulang seusai menikmati hiburan panggung rakyat atau pasar malam.

Ejekan yang semula terjadi di jalan kemudian berkembang menjadi adu mulut. Emosi yang tidak terkendali membuat persoalan tersebut meningkat menjadi aksi tawuran massal yang mengganggu ketenangan warga sekitar.

Peristiwa itu kembali menunjukkan betapa cepat sebuah persoalan kecil dapat berubah menjadi gangguan kamtibmas ketika emosi mengambil alih ruang untuk berpikir. Karena itu, pencegahan tidak hanya bergantung pada kehadiran aparat, tetapi juga pada kemampuan masyarakat menahan diri sebelum sebuah konflik menemukan alasan untuk membesar.

Ipda Ferdinan memastikan kondisi terakhir di lokasi telah berangsur normal.

“Saat ini, situasi di sekitar simpang Jalan Tanjung Kopi dilaporkan sudah berangsur normal dan terkendali,” ucap Ferdinan.

Polres Mappi mengimbau seluruh masyarakat, khususnya para pemuda, agar tidak mudah terprovokasi oleh ejekan, isu maupun tindakan yang dapat memicu pertikaian.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan setiap potensi gangguan keamanan kepada pihak berwajib sehingga dapat ditangani sebelum berkembang menjadi konflik terbuka.

Sebab, sebuah malam yang dimulai dengan hiburan tidak seharusnya berakhir dengan batu yang beterbangan dan senjata yang terhunus. Di Mappi, ketenangan hanya akan bertahan jika setiap orang bersedia menahan satu kata, satu emosi dan satu langkah yang bisa mengubah perselisihan kecil menjadi pertikaian besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *