Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita NasionalBerita UtamaHukum & KriminalInfo PublikPeristiwa

Pelarian Ciko Berakhir, Tukang Ojek Menanti Keadilan

69
×

Pelarian Ciko Berakhir, Tukang Ojek Menanti Keadilan

Sebarkan artikel ini

MAPPI |BUSERKOTA Com— Pelarian FK alias Ciko akhirnya terhenti di sebuah rumah kerabat di Jalan Kaman. Setelah sempat menghilang usai membacok seorang tukang ojek di Kampung Lama, pria yang diduga sebagai pelaku penganiayaan berat itu menyerah tanpa perlawanan ketika personel Satuan Sabhara Polres Mappi bersama gabungan piket fungsi mengepung tempat persembunyiannya, Rabu (12/8/2026).

Pagi itu, jejak pelarian yang sebelumnya samar perlahan menemukan ujungnya. Ciko yang sempat dicari aparat akhirnya tak lagi memiliki ruang untuk bersembunyi. Begitu petugas datang, ia memilih menyerah.

Peristiwa berdarah tersebut bermula ketika IJ, seorang tukang ojek, sedang menjalankan pekerjaannya mencari nafkah. Di depan sebuah kios, IJ hendak mengangkut dua orang penumpang.

Namun, suasana mendadak berubah tegang.

FK alias Ciko datang dalam kondisi mabuk berat akibat pengaruh minuman keras. Tanpa alasan yang jelas, ia tiba-tiba menyerang IJ menggunakan senjata tajam.

Serangan itu meninggalkan luka serius pada tubuh korban. Dahi dan tangan IJ mengalami luka sayatan akibat senjata tajam yang digunakan pelaku.

“Saat aksi penganiayaan terjadi, dua penumpang korban spontan berteriak histeris karena ketakutan. Teriakan itu rupanya membuat pelaku panik, lalu melarikan diri dari lokasi kejadian,”
AKP Jainal Amrin, Kabag Ops Polres Mappi

Kapolres Mappi Kompol Suparmin, S.IP., M.H., melalui Kabag Ops AKP Jainal Amrin, S.H., mengatakan keterangan para saksi di tempat kejadian perkara menjadi salah satu petunjuk penting bagi aparat dalam mengungkap keberadaan terduga pelaku.

Dari rangkaian informasi tersebut, polisi kemudian melakukan pelacakan hingga akhirnya mengarah ke sebuah rumah kerabat Ciko di Jalan Kaman. Personel Satuan Sabhara bersama gabungan piket fungsi bergerak melakukan pengepungan.

Tak ada perlawanan ketika petugas mengamankannya.

“Saat diamankan, pelaku sangat kooperatif. Ia langsung mengakui semua perbuatannya yang telah menganiaya korban,”
AKP Jainal Amrin

Ciko selanjutnya dibawa untuk menjalani pemeriksaan oleh penyidik. Polisi masih mendalami motif penganiayaan sekaligus menggali lebih jauh rangkaian peristiwa yang menyebabkan IJ mengalami luka akibat serangan senjata tajam tersebut.

Di balik peristiwa ini, terdapat wajah lain dari kekerasan jalanan: seorang pekerja yang sedang mencari nafkah tiba-tiba harus berhadapan dengan tindakan brutal yang diduga dipicu pengaruh minuman keras. Penangkapan pelaku menjadi langkah awal, tetapi proses hukum dan pengungkapan motif tetap penting agar peristiwa serupa tidak kembali berulang di tengah masyarakat.

Malam boleh menyembunyikan jejak seorang pelarian, tetapi kesaksian, pencarian dan kerja aparat pada akhirnya membawa jejak itu kembali ke hadapan hukum. Bagi IJ, keadilan bukan sekadar tentang ditangkapnya seorang terduga pelaku, melainkan tentang pulihnya rasa aman setelah kekerasan merenggut ketenangan dari jalan tempat ia mencari nafkah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *