Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita NasionalBerita UtamaHukum & KriminalInfo Publik

Dokter Hewan Asal Sikka Gugur Dalam Tugas di Papua

9
×

Dokter Hewan Asal Sikka Gugur Dalam Tugas di Papua

Sebarkan artikel ini

PAPUA |BUSERKOTA.Com— Ia berangkat ke tanah Papua membawa tugas, profesi, dan tanggung jawab sebagai seorang dokter hewan. Namun, kabar yang datang dari Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu, 9 September 2026, justru membawa kepulangan yang paling tidak diharapkan: drh. Alfonsius Albinus Mehan dilaporkan meninggal dunia setelah menjadi korban penembakan.

Dari Sikka, Nusa Tenggara Timur, kabar itu menjadi duka bagi keluarga, masyarakat, dan dunia profesi kedokteran hewan.

Alfonsius diketahui bekerja sebagai Dokter Hewan/Medik Veteriner Ahli Pertama pada Pemerintah Kabupaten Jayawijaya. Data formasi ASN Kabupaten Jayawijaya juga mencatat namanya pada jabatan tersebut.

Menurut laporan yang beredar, Alfonsius bersama sejumlah petugas lainnya sedang menjalankan tugas di wilayah Muliama ketika terjadi penembakan oleh orang tak dikenal (OTK). Dalam peristiwa tersebut, tiga petugas dilaporkan meninggal dunia.

Namun, hingga berita ini ditulis, identitas kelompok pelaku dan motif penembakan masih menunggu keterangan resmi dari aparat keamanan. Informasi yang mengaitkan kejadian tersebut dengan kelompok tertentu belum dapat dipastikan dan tidak sepatutnya disimpulkan lebih dahulu.

Dari Sikka, Mengabdi di Wamena

Alfonsius diketahui merupakan alumni SMA Frater Maumere. Ia telah lama berdomisili di Wamena untuk menjalankan tugas dan profesinya.

Di tanah Papua, pengabdiannya menjadi bagian dari perjalanan hidup seorang putra Sikka yang memilih menjalankan tanggung jawab profesionalnya jauh dari kampung halaman.

Kini, kabar kepergiannya kembali ke Sikka bukan sebagai kepulangan yang dinantikan keluarga, melainkan sebagai duka yang masih menunggu kejelasan.

“Ia berangkat menjalankan tugas sebagai seorang profesional, namun justru kembali dalam keadaan yang tidak pernah diharapkan.”

Kalimat itu menggambarkan kesedihan keluarga dan masyarakat yang mengenalnya. Namun, kronologi lengkap peristiwa, termasuk proses pemulangan jenazah, masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang dan keluarga.

Pengabdian yang Terhenti

Kabar meninggalnya Alfonsius menjadi luka mendalam bagi keluarga yang menanti kepulangannya. Ia berangkat menjalankan tugas sebagai seorang profesional, namun justru kembali dalam keadaan yang tidak pernah diharapkan.

Dari Sikka ke tanah Papua, pengabdiannya menjadi bagian dari perjalanan hidup yang patut dikenang.

Analisis kontekstual: Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa pengabdian aparatur dan tenaga profesional di wilayah tugas tidak selalu berlangsung dalam keadaan aman. Namun, di tengah duka dan perhatian publik, informasi mengenai penembakan tetap perlu disampaikan secara hati-hati. Identitas pelaku, motif, serta kronologi harus menunggu keterangan resmi agar pemberitaan tidak mendahului proses penyelidikan dan tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru.

Bagi keluarga, yang tersisa kini adalah duka dan penantian. Bagi masyarakat Sikka, kepergian Alfonsius menjadi kehilangan seorang putra yang mengabdikan diri di tanah Papua.

Semoga almarhum drh. Alfonsius Albinus Mehan mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, penghiburan, dan ketabahan menghadapi duka yang mendalam.

Selamat jalan, drh. Alfonsius Albinus Mehan.

Pengabdianmu tidak akan dilupakan.

Sebab, ada orang-orang yang pergi jauh dari tanah kelahirannya untuk bekerja, tetapi namanya justru pulang melalui doa-doa mereka yang mencintainya.

Penulis: Redaksi Buserkota.comEditor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *