Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita UtamaHukum & Kriminal

Jenderal Dudung: Keadilan Bukan Sekadar Pemecatan, Tetapi Pertanggungjawaban

205
×

Jenderal Dudung: Keadilan Bukan Sekadar Pemecatan, Tetapi Pertanggungjawaban

Sebarkan artikel ini

 

JAKARTA |BUSERKOTA COM)– Kematian Prada Lucky masih menyisakan luka yang belum kering. Di balik derap barisan prajurit, ada air mata keluarga yang kehilangan, dan di sanalah Jenderal (Purn) TNI Dudung Abdurachman berbicara lantang.

Baginya, keadilan tidak boleh berhenti pada seragam yang dilepas, tetapi harus menembus ruang sidang pengadilan.

“Sanksinya harus tegas. Yang terlibat memang pasti dipecat, tetapi tidak bisa berhenti di sana. Mereka tetap harus menjalani hukuman. Tidak bisa dipecat begitu saja lalu bebas,” ujar Dudung, Penasihat Khusus Presiden Urusan Pertahanan Nasional, di Istana, Jakarta, Minggu (17/8/2025).

Nada suara Dudung mengalun seperti teguran moral: hukum bukan hanya soal disiplin militer, melainkan juga tentang nurani kemanusiaan.

Ia menolak melihat pemecatan sebagai akhir cerita, sebab di balik nama Prada Lucky ada keluarga yang menanti jawaban atas kehilangan.

Untuk mencegah luka yang sama terulang, Dudung meminta pengawasan dalam orientasi prajurit baru diperketat.

“Ya, pengetatan terutama dalam pengawasan. Danru, danton, danki, semua harus terjun langsung ke lapangan. Setiap program, setiap kegiatan orientasi, itu harus dijaga ketat,” tegasnya.

Di tengah hiruk-pikuk kemerdekaan yang diperingati rakyat, suara Dudung mengingatkan: bangsa ini hanya merdeka bila hukum ditegakkan dengan hati. Karena keadilan, pada akhirnya, bukan sekadar tentang aturan, melainkan tentang rasa.


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *