KEFAMANANU |[BUSERKOTA.Com)-
Kepala Desa Napan Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Wendelinus Kefi membantah dugaab bahwa dirinya telah melakukan pengroyokan terhadap saudara Yoseph Restu Siki. Bahkan, pelapor yang mencekik sang kades.
Kades Wende, melalui perss rellaessnya yang dikirim ke media ini menjelaskan, pada Rabu( 12/2 2025) di kantor Desa Napan, Kec. Bikomi Utara, Kab. TTU usai kegiatan Musrembang desa, dirinya bersama pendamping desa makan bersama. Saat makan bersama panitia mengambil sopi untuk minum bersama sambil berceritra dan ada juga bernyanyi
Saat minum dan makan bersama, pelapor mengeluarkan kata – kata untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja sang kades. “Selama ini dalam kepemimpinan desa, tidak melibatkan dirinya, dalam mengambil keputusan dan kebijakan sang kades lebih mengutamakan keluarga dan tim sukses. Karena perkataannya semakin menyudutkan, sebagai kepala desa, dirinya coba menyenangkan pelapor bahwa apa yang dikatakan oleh saudara Yoris itu tidak benar. Yang ia lakukan selama ini, kata Kades Wendy, jauh berbeda dengan yang disampaikan saudara Yoris.
Kemudian, dia justru balik mencekik kepala desa. Tapi lagi-lagi kepala desa dengan tenang berusaha untuk tenangkan beliau, kebetulan dia adalah Kaur Umum, stafnya tersebut.
Namun kondisi tersebut tidak diterima baik oleh suadaranya yang bernama pak Roni Siki, kakak dari Yoris Sik. Dia (Roni) balik menegur dan coba menghentikan pembicaraannya tapi dia sendiri tidak terima baik teguran tersebut dan berkelahi. Justru pak Yoris ini berkelahi dengan pak Robi. “Saya kepala desa, tidak naik tangan sekalipun saya sendiri diri di cekik oleh pak Yoris. Jadi berita yang beredar adalah fitnah dan saya sudah lapor balik ke Polisi juga , ” ungkapnya
” Jadi kemudian terjadi bengkakan di pipinyaa, bukan karena saya, tetapi itu kemungkiban mereka berkelahi dengan pak Roni,” jelas sang kades
Diberitakan sebelumnya, Kades Napan, TTU dilaporkan dipolisi karena diduga kuat terlibat dalam pengroyokan salah satu warga desa
Kejadian bermula, saat selesai rapat Musrembangdes, terduga pelaku selaku Kepala Desa Napan bersama beberapa orang perangkat Desa dan pendamping Desa makan malam sambil menyanyi dengan mengkonsumsi minuman keras berupa sopi, kemudian terduga pelaku mengutarakan kekesalahnnya terhadap kinerja para perangkat Desa dan pada Satlat itu pelapor/korban langsung membantah dengan kalimat. “Bukannya bapak Desa yang selama ini tidak merangkul kami?”
Kemudian terduga pelaku langsung memarahi korban. “Kalau begitu besok saya pecat lu “, kemudian terduga pelaku memukul korban dibagian pipih kiri dan kelopak mata bagian kiri, dahi bagian kiri serta melakukan tendangan pada rusuk bagian kiri, setelah itu perseteruan tersebut dilerai oleh saudara Roberto Kolo dengan memeluk korban dan mengeluarkan korban dari ruangan kantor Desa, kemudian saudara Ronisius Kolo menghampiri korban dan turut melakukan penganiayaan berupa menempeleng dan mencekik korban. Bahkan ia mengatakan bahwa perbuatan adik itu salah.
Kemudian terduga pelaku berusaha merangakul korban untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan namun korban menolak itu demi harga diri.
Pada pukul 19.30 wita, pelapor/korban dibawa ke rumahnya yang tidak berjauhan dari TKP dan oleh kesepakatan bersama keluarga menyetujui agar penganiayaan yang dialami oleh korban dilaporkan kepada pihak Kepolisian dan pengaduan tersebut dilaporkan kepada Kapolsubsektor Bikomi Utara Aipda Febianus Tahu, S.sos dan atas pengaduan tersebut, Kapolsubsektor mengarahkan pelapor/korban ke Polsek Miomaffo Timur untuk membuat laporan polisi.(*)














