Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita NasionalBerita UtamaHukum & Kriminal

TNI Tegaskan Isu Pengungsian Massal Intan Jaya Hanya Propaganda OPM

307
×

TNI Tegaskan Isu Pengungsian Massal Intan Jaya Hanya Propaganda OPM

Sebarkan artikel ini

“Kehidupan masyarakat Intan Jaya tetap berdenyut seperti biasa, sementara propaganda berusaha menutupinya dengan bayang-bayang ketakutan.”

INTAN JAYA, [BUSERKOTA.Com]
Di tengah semarak peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, kabar burung tentang pengungsian massal di Intan Jaya, Papua Tengah, merebak bak kabut yang menutupi cahaya pagi. Namun, TNI menepis isu itu. Mereka menyebutnya tak lebih dari propaganda Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang berusaha membalikkan kenyataan di lapangan.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Kristomei Sianturi, menegaskan bahwa kehidupan masyarakat Intan Jaya tetap berjalan normal. “Isu tersebut merupakan propaganda yang sengaja diembuskan OPM setelah kehilangan sejumlah tokohnya. Faktanya, aktivitas warga di pasar, sekolah, rumah ibadah, hingga fasilitas umum berjalan seperti biasa,” ujar Kristomei, Selasa (19/8).

Ia menambahkan, perayaan HUT RI di Kabupaten Intan Jaya berlangsung aman, lancar, dan penuh khidmat. “Upacara penaikan bendera dipimpin langsung oleh Bupati Intan Jaya. Masyarakat, pelajar, tokoh adat, hingga tokoh agama hadir bersama dalam suasana penuh kebersamaan,” katanya.

Tak hanya di Intan Jaya, semangat yang sama juga terlihat di Papua Pegunungan. Gubernur memimpin upacara penaikan bendera, sedangkan Wakil Gubernur bertindak sebagai inspektur pada penurunan bendera di sore hari. “Seluruh rangkaian acara berlangsung tertib, tanpa ada gangguan keamanan,” tegas Kristomei.

Menurutnya, tudingan bahwa TNI menyebabkan pengungsian massal kerap dimunculkan saat OPM terdesak oleh operasi penindakan. “Itu pola lama. Setiap kali operasi berhasil, mereka melempar isu untuk menggiring opini,” katanya.

Kristomei memastikan, operasi TNI selalu dilakukan secara profesional, terukur, dan mengutamakan perlindungan terhadap warga sipil. “Kami berdiri untuk menjaga rakyat, bukan menakut-nakuti. Karena bagi TNI, rakyat adalah ibu kandung yang harus dijaga,” tutupnya.

 


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *