TTU |BUSERKOTA.Com) – Dari jalanan berbatu di Desa Naekake A, derai tawa anak-anak menggema sore itu. Ada kilau berbeda di mata mereka—bukan sekadar karena sepatu baru yang melingkupi kaki mungil, melainkan karena harapan yang ikut dipijak bersamanya.
Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yon Arhanud 15/DBY bersama Yayasan JPCC membagikan sepatu sekolah untuk anak-anak SD, SMP, hingga SMA di Kecamatan Mutis, Selasa (19/8).
Bagi sebagian orang, sepatu hanyalah benda sederhana. Namun, di pelosok perbatasan, ia menjelma menjadi simbol martabat dan jembatan menuju cita-cita. “Kami sangat berterima kasih atas perhatian dari Satgas Pamtas. Bantuan ini sangat berarti untuk kami,” tutur seorang orang tua dengan mata berkaca-kaca, memandang putranya yang kini tersenyum bangga dengan sepasang sepatu baru.
Kegiatan yang dipimpin Letda Arh Rachmad Jelang Abrianto ini menggambarkan wajah humanis prajurit di perbatasan. Mereka tidak hanya menjaga kedaulatan, tetapi juga menyalakan lilin kecil dalam dunia pendidikan anak-anak desa.
“Setiap langkah anak-anak ini adalah doa bagi masa depan. Kami ingin mereka berjalan lebih ringan, menapak lebih jauh,” ungkap Ibu Yana Putri Pujangga, perwakilan Yayasan JPCC.
Di tengah kesederhanaan Mutis, sepatu-sepatu itu bukan sekadar alas kaki. Ia adalah janji perjalanan panjang, penguat langkah menuju sekolah, dan simbol bahwa negara hadir, bukan hanya dengan senjata, tetapi juga dengan kasih.














