SOPPENG |BUSERKOTA.Com)— Dalam suasana yang teduh dan penuh keakraban, rapat Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Gugus 3 Kabupaten Soppeng digelar di Kedai Ayu, Jalan Kemakmuran, pada Rabu (8/10/2025).
Bukan sekadar rapat rutin, pertemuan ini menjadi ajang silaturahmi yang menyatukan semangat para pendidik dalam satu cita: memajukan pendidikan dasar di bumi Soppeng.
Kepala SDN 225 Cirowali, Hj. Wahida Arsyad, yang kali ini menjadi tuan rumah, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan nuansa kebersamaan yang kental.
“Kami berbahagia bisa menjadi bagian dari kebersamaan ini. Pertemuan K3S bukan hanya membahas agenda, tapi juga mempererat tali silaturahmi antar kepala sekolah yang selalu saling menguatkan,” tutur Hj. Wahida lembut sambil tersenyum.
Rapat K3S kali ini dihadiri 14 kepala sekolah dari Gugus 3. Agenda yang dibahas meliputi standar isi, administrasi sekolah, evaluasi, serta pemantapan kegiatan FTBI. Suasana diskusi berlangsung hangat, berpadu dengan aroma kopi yang mengepul dari sudut kedai—menghadirkan harmoni antara ide dan rasa.
Ketua K3S Gugus 3, H. Zainuddin, S.Pd, yang juga Kepala SDN 25 Madello, tampil memberikan materi tentang Rencana Hasil Kerja (RHK) dalam Sasaran Kinerja Pegawai (SKP).
“Apa yang kita bahas hari ini semoga tidak berhenti di meja rapat. Mari kita bawa semangat ini ke sekolah masing-masing, untuk anak-anak kita, agar mereka tumbuh menjadi generasi yang berilmu dan berkarakter,” ucapnya penuh makna.
Sementara itu, Hasanuddin, S.Pd., M.Pd, selaku pengawas Gugus 3, mengingatkan pentingnya profesionalitas dan keteladanan kepala sekolah dalam menakhodai satuan pendidikan.
“Menjadi kepala sekolah bukan sekadar jabatan, tetapi panggilan hati untuk mendidik dan menata masa depan. Mari bekerja dengan hati, menilai dengan bijak, dan menuntun generasi muda menuju kecerdasan di era modern ini,” tutupnya dengan suara bergetar.
Rapat yang sederhana namun sarat makna itu berakhir menjelang senja. Tawa kecil, jabat tangan hangat, dan tekad bersama menjadi penanda bahwa di antara secangkir kopi dan catatan kerja, para kepala sekolah Soppeng sedang merawat api kecil bernama pengabdian.














