Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita NasionalBerita UtamaHukum & KriminalPeristiwa

Ditemukan Seorang Wanita Meninggal di Kamar Kos Pasir Panjang Kupang 

3
×

Ditemukan Seorang Wanita Meninggal di Kamar Kos Pasir Panjang Kupang 

Sebarkan artikel ini

KUPANG | BUSERKOTA.COM – Pagi itu berjalan seperti biasa di kawasan Jalan R.W. Mongonsidi, Kelurahan Pasir Panjang. Kota Kupang. Matahari baru menanjak perlahan ketika sebuah pintu kamar kos dibuka, mengakhiri sunyi yang selama beberapa jam menyelimuti ruangan sederhana tersebut.

Namun di balik pintu itu, sebuah kenyataan yang tak pernah diharapkan siapa pun telah lebih dahulu menunggu.

Seorang perempuan berinisial L (54), warga Kabupaten Malang, Jawa Timur, ditemukan telah meninggal dunia dalam kamar kos yang selama ini menjadi tempatnya beristirahat dan menjalani hari-hari di Kota Kupang.

Penemuan itu bermula saat seorang saksi berinisial N bersama adiknya, S, bermaksud meminjam galon air milik korban pada Rabu pagi. Ketika pintu kamar dibuka, keduanya mendapati korban terbaring di atas tempat tidur dengan mulut terbuka dan tidak memberikan respons apa pun.

“Saat pintu kamar dibuka, korban ditemukan dalam posisi terbaring di atas tempat tidur dengan mulut terbuka. Ketika saksi memeriksa kondisi korban, tubuh terutama bagian kaki sudah terasa dingin sehingga diduga korban telah meninggal dunia.”

AKP Zainal Arifin Abdurahman, S.H., Kapolsek Kota Lama

Kabar duka itu segera menyebar di lingkungan kos. Penghuni lainnya berdatangan dengan rasa cemas dan tak percaya. Penanggung jawab kos kemudian dihubungi, sebelum peristiwa tersebut dilaporkan kepada Polsek Kota Lama.

Tak lama berselang, Kapolsek Kota Lama AKP Zainal Arifin Abdurahman, S.H., bersama personelnya tiba di lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan awal. Suasana yang semula tenang berubah menjadi ruang penyelidikan yang dipenuhi kehati-hatian dan penghormatan terhadap seorang manusia yang telah menuntaskan perjalanan hidupnya.

Dari keterangan para saksi, korban diketahui memiliki riwayat gangguan kesehatan. Selama beberapa waktu terakhir, ia sering mengeluhkan sakit lambung dan sempat menjalani perawatan medis di sejumlah rumah sakit di Kota Kupang. Pada pertengahan Mei 2026, korban bahkan diketahui menjalani rawat inap dan operasi di Rumah Sakit Leona sebelum kembali ke tempat kosnya pada 25 Mei 2026.

“Berdasarkan keterangan para saksi, korban diketahui memiliki riwayat gangguan kesehatan. Korban sering mengeluhkan sakit lambung dan sempat menjalani perawatan medis di beberapa rumah sakit di Kota Kupang.”

AKP Zainal Arifin Abdurahman, S.H.

Sekitar pukul 11.00 Wita, jenazah korban dievakuasi menggunakan ambulans menuju RS Bhayangkara Drs. Titus Ully untuk dilakukan visum luar. Proses evakuasi berlangsung tertib dengan pengamanan dari aparat kepolisian.

Hasil pemeriksaan awal yang dilakukan petugas di lokasi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada bagian luar tubuh korban. Temuan tersebut menjadi salah satu dasar awal bagi penyidik dalam menelusuri penyebab meninggalnya korban.

Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa di balik hiruk-pikuk kehidupan perkotaan, banyak orang menjalani hari-harinya dalam kesunyian yang tak selalu terlihat oleh lingkungan sekitar. Riwayat sakit yang diderita korban menunjukkan pentingnya perhatian sosial, komunikasi antartetangga, serta kepedulian terhadap mereka yang hidup sendiri, terutama ketika sedang menghadapi kondisi kesehatan yang rentan.

Pada akhirnya, kamar kos sederhana itu menjadi saksi bisu sebuah perjalanan yang berakhir tanpa kata perpisahan. Di tengah kesibukan dunia yang terus bergerak, kepergian seorang manusia selalu meninggalkan jeda sunyi yang mengingatkan kita bahwa hidup adalah titipan waktu, dan setiap detiknya layak diisi dengan kepedulian kepada sesama.

Penulis: Redaksi BuserkotaEditor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *