KUPANG |BUSERKOTA.Com – Malam belum terlalu larut ketika Jalan Timor Raya di Desa Maunum, Kecamatan Amanuban Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, berubah menjadi saksi bisu sebuah tragedi yang merenggut dua nyawa muda sekaligus.
Di ruas jalan yang menurun itu, deru mesin yang semula mengantar perjalanan pulang berubah menjadi dentuman maut. Dalam hitungan detik, harapan, rencana, dan masa depan dua pemuda terhenti di atas aspal yang gelap pada Sabtu (30/5/2026) malam.
Dua korban diketahui bernama Petrus Juan Naiheli (22) dan Yenrit Boymau (20). Keduanya meninggal dunia di lokasi kejadian setelah sepeda motor Honda CRF yang mereka tumpangi bertabrakan dengan sebuah truk tronton.
Kasatlantas Polres TTS, Iptu I Gusti Komang Astina, membenarkan peristiwa nahas tersebut.
╔══════════════════════════════════════╗ ║ “Benar, ada dua orang meninggal di ║ ║ lokasi. Ini saya langsung turun ║ ║ lokasi.” ║ ╚══════════════════════════════════════╝
Berdasarkan keterangan kepolisian, kecelakaan bermula ketika Petrus yang membonceng Yenrit mengendarai sepeda motor dari arah Soe menuju Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara.
Perjalanan yang semula berlangsung biasa itu berakhir tragis saat keduanya tiba di lokasi kejadian yang memiliki kontur jalan menurun. Pada titik itulah motor yang mereka kendarai keluar dari jalur.
Di saat yang hampir bersamaan, sebuah truk tronton milik Sindo Express yang dikemudikan Yulius Seran (42), warga Kelurahan Kelapa Lima, Kota Kupang, melaju dari arah berlawanan, yakni dari Kefamenanu menuju Soe.
Jarak yang tersisa tak lagi cukup untuk menghindari tabrakan.
╔══════════════════════════════════════╗ ║ “Pemotor keluar jalur ke badan ║ ║ jalan bagian kanan dan langsung ║ ║ menabrak mobil tronton yang sedang ║ ║ melaju.” ║ ╚══════════════════════════════════════╝
Benturan keras terjadi. Tubuh kedua korban terpental dan mengalami luka benturan di sekujur badan. Nyawa mereka tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Malam itu juga, aparat kepolisian melakukan evakuasi terhadap kedua jenazah menuju Puskesmas Niki-Niki untuk penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, pengemudi truk tronton diamankan di Mapolsek Amanuban Tengah guna kepentingan penyelidikan. Polisi juga menyiapkan laporan resmi, permintaan visum mayat, serta melakukan pemeriksaan terhadap para saksi.
╔══════════════════════════════════════╗ ║ “Selanjutnya melakukan pemeriksaan ║ ║ terhadap saksi-saksi.” ║ ╚══════════════════════════════════════╝
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa ruas Jalan Timor Raya, terutama pada sejumlah titik yang memiliki turunan dan tikungan panjang, menyimpan risiko tinggi bagi pengguna jalan. Faktor kondisi jalan, kecepatan kendaraan, konsentrasi pengendara, hingga disiplin berlalu lintas sering kali menjadi rangkaian faktor yang menentukan keselamatan perjalanan. Dalam banyak kasus kecelakaan fatal, hanya diperlukan beberapa detik kehilangan kendali untuk mengubah perjalanan biasa menjadi tragedi kemanusiaan.
Kini, di balik lampu-lampu kendaraan yang masih melintas di ruas jalan itu, tersisa duka yang mendalam bagi keluarga kedua korban. Jalan yang sama akan tetap dilalui banyak orang esok hari, tetapi bagi Petrus Juan Naiheli dan Yenrit Boymau, perjalanan itu telah berakhir untuk selamanya. Di atas aspal Maunum yang sunyi, malam itu mengajarkan satu hal yang paling sederhana namun sering terlupakan: bahwa hidup dapat berubah dalam sekejap, dan keselamatan selalu lebih berharga daripada kecepatan menuju tujuan.














