Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita UtamaHukum & KriminalPeristiwa

Sunyi di Balik Pintu Apotek Oesapa

62
×

Sunyi di Balik Pintu Apotek Oesapa

Sebarkan artikel ini

KUPANG |BUSERKOTA.Com— Senja di mendadak kehilangan tenangnya. Di sebuah bangunan kecil bernama Apotek Allmendo Farma, Jalan Timor Raya, Minggu (26/4/2026), seorang pemudi berinisial MS ditemukan tak lagi bernyawa—sendiri, sunyi, dan meninggalkan tanya yang menggantung di udara.

Korban, yang sehari-hari menjaga apotek tersebut, ditemukan oleh adiknya sendiri setelah panggilan telepon dan pesan singkat tak kunjung mendapat jawaban. Kecurigaan warga sebelumnya telah tumbuh pelan sejak pagi: pintu apotek yang biasanya terbuka, hari itu justru tertutup rapat hingga siang menjelang.

Warga sempat mendatangi lokasi, mengetuk, memanggil, berharap ada sahutan dari dalam. Namun yang datang hanya diam.

Sekitar pukul 16.00 WITA, sang adik tiba. Ia mengintip melalui celah jendela samping—dan dunia seketika runtuh. Di balik pintu, tubuh kakaknya terbaring tak bergerak.

Peristiwa itu seketika mengguncang sekitar. Jalan nasional Timor Raya dipadati warga dan pengendara yang berhenti, menciptakan kemacetan panjang. Rasa ingin tahu bercampur duka, menahan laju kendaraan di tengah kota.

Aparat dari segera tiba di lokasi. Garis polisi dipasang, ruang kejadian disenyapkan, dan olah tempat kejadian perkara dilakukan untuk mengurai simpul-simpul misteri yang tertinggal.

Jasad korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk menjalani pemeriksaan medis, guna memastikan penyebab kematian yang hingga kini masih menunggu kepastian.

Di antara kerumunan dan sirene yang sesekali memecah senja, tersisa satu perasaan yang tak bisa dihalau—kehilangan yang datang tanpa aba-aba.

🌸 **“Ia menjaga tempat itu setiap hari,
menyambut orang-orang dengan sederhana,
tanpa pernah tahu
bahwa suatu senja akan menjemputnya dalam sunyi.

Kupang hari ini belajar satu hal—
bahwa kehilangan tak selalu datang dengan suara,
kadang ia hanya mengetuk pelan,
lalu tinggal selamanya.”🌸

Penyelidikan masih berlangsung. Polisi belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penyebab kematian korban. Sementara itu, warga Lasiana hanya bisa menatap pintu yang kini terpasang garis kuning—tempat di mana hidup pernah berjalan biasa, sebelum akhirnya berhenti dalam diam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *