SOE |BUSERKOTA.Comβ Malam kelam di Desa Mio seharusnya menjadi tempat pulang bagi ketenangan sebuah keluarga. Namun di balik sunyi perkampungan yang berada di wilayah Cabang Pos 2 masuk Pahtuan itu, tersimpan jerit yang diduga kembali pecah akibat kekerasan dalam rumah tangga.
Seorang perempuan bernama Adriana Faot diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan suaminya sendiri, Erwin Lasa, bahkan ayah mertuanya yang diketahui bernama Semi Lasa juga disebut ikut serta melakukan pemukulan terhadap korban.
Kasus dugaan KDRT itu kini menjadi perhatian keluarga korban yang meminta pendampingan serius dari aparat kepolisian agar proses hukum dapat berjalan dan korban memperoleh perlindungan.
Permintaan tersebut disampaikan kakak kandung korban, Deristo Faot, melalui sambungan telepon kepada media ini, Kamis, 27 Mei 2026. Dari Kalimantan Tengah, Deristo mengaku tidak bisa menyembunyikan kegelisahannya setelah mendengar kabar yang kembali menimpa adiknya di kampung halaman.
πΉββββββββββββββββββββββββββββββπΉ
β Suami adik saya sudah sering melakukan kekerasan terhadap adik saya. Orang tua kami sebelumnya masih mencoba menyelesaikan secara kekeluargaan, tetapi kejadian serupa kembali terulang. β
β Deristo Faot
πΉββββββββββββββββββββββββββββββπΉ
Menurut Deristo, dugaan kekerasan itu terjadi pada Kamis sore di Desa Mio. Peristiwa tersebut disebut bukan pertama kali dialami korban. Keluarga sebelumnya memilih jalan damai secara kekeluargaan dengan harapan persoalan rumah tangga itu bisa berakhir baik. Namun dugaan penganiayaan kembali terjadi.
Kabar itu membuat keluarga korban merasa takut dan khawatir, terutama kedua orang tua korban yang kini berada di kampung dan disebut merasa tidak berdaya menghadapi situasi tersebut.
Deristo meminta aparat kepolisian segera turun tangan untuk memberikan perlindungan hukum kepada korban serta mengawal proses hukum agar kasus tersebut tidak berhenti di tengah jalan.
πΉββββββββββββββββββββββββββββββπΉ
β Kami berharap polisi bisa mendampingi keluarga kami di kampung supaya mereka merasa aman dan tidak takut menghadapi persoalan ini. β
β Deristo Faot
πΉββββββββββββββββββββββββββββββπΉ
Adapun identitas keluarga korban yang disampaikan kepada media ini yakni ayah korban bernama Yermias Faot, korban Adriana Faot, suami korban Erwin Lasa, dan mertua korban Semi Lasa.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai dugaan kasus kekerasan dalam rumah tangga tersebut.
Di balik dinding rumah-rumah sederhana di pelosok desa, kadang luka paling dalam justru lahir dari tangan yang seharusnya memberi perlindungan. Dan ketika seorang perempuan memilih bertahan dalam diam terlalu lama, maka suara keadilan menjadi satu-satunya harapan agar kekerasan tidak lagi dianggap biasa.














