Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita DaerahBerita NasionalHukum & KriminalPeristiwa

Tiga Anggota Brimob Ditusuk di Labuan Bajo, TNI-Polri Bentuk Tim Gabungan Ungkap Fakta Insiden

44
×

Tiga Anggota Brimob Ditusuk di Labuan Bajo, TNI-Polri Bentuk Tim Gabungan Ungkap Fakta Insiden

Sebarkan artikel ini

LABUAN BAJO | BUSERKOTA.COM – Keheningan dini hari di kawasan wisata super prioritas Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, mendadak terusik oleh sebuah insiden yang melibatkan aparat negara. Usai suasana syukur dan kebersamaan dalam acara misa pelantikan anggota Brimob, ketegangan tak terduga terjadi dan berujung pada aksi kekerasan yang menyebabkan tiga personel Brimob terluka akibat tusukan senjata tajam.

Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Waemata, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Kamis (11/6) dini hari WITA. Insiden itu diduga melibatkan sejumlah anggota TNI Angkatan Darat (TNI AD).

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, menjelaskan bahwa acara misa syukuran pelantikan anggota Brimob atas nama Bripda JGR awalnya berlangsung aman, tertib, dan penuh suasana kekeluargaan. Namun setelah kegiatan berakhir, terjadi kesalahpahaman komunikasi yang memicu ketegangan di antara sejumlah anggota yang hadir.

Akibat kejadian tersebut, tiga anggota Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda NTT mengalami luka tusuk, masing-masing Bripda PR, Bripda FA, dan Bripda BBK.

Ketiganya saat ini menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo.

╔════════════════════════════════════╗ ║ “Kepolisian dan TNI AD turun ║ ║ tangan menangani perkara ║ ║ kekerasan senjata tajam tersebut.”║ ║ ║ ║ — Kombes Pol Henry Novika ║ ║ Chandra, Kabid Humas Polda NTT ║ ╚════════════════════════════════════╝

Menyikapi insiden tersebut, pimpinan tertinggi kedua institusi bergerak cepat untuk memastikan situasi tetap terkendali dan tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih luas.

Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto, serta Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Hendro Cahyono langsung melakukan koordinasi intensif guna meredam situasi sekaligus menjaga stabilitas keamanan di wilayah Manggarai Barat.

Tim Gabungan Dibentuk

Sebagai langkah konkret untuk mengungkap fakta secara objektif, transparan, dan profesional, Polda NTT bersama TNI AD sepakat membentuk tim gabungan investigasi.

Tim tersebut terdiri dari unsur Bidang Propam Polda NTT dan Polisi Militer Angkatan Darat (POMAD) yang akan mendalami seluruh rangkaian peristiwa guna memastikan proses penanganan berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Henry menegaskan bahwa insiden tersebut tidak akan merusak hubungan baik dan sinergitas yang selama ini terbangun antara TNI dan Polri di Nusa Tenggara Timur.

╔════════════════════════════════════╗ ║ “Kapolda dan Pangdam sepakat ║ ║ bahwa ini adalah kesalahpahaman ║ ║ yang bersifat spontan. Hubungan ║ ║ persaudaraan dan sinergitas ║ ║ TNI-Polri di NTT tetap kuat.” ║ ║ ║ ║ “Kami akan menyelesaikan masalah ║ ║ ini secara bijaksana agar tidak ║ ║ mengganggu tugas utama menjaga ║ ║ keamanan masyarakat dan ║ ║ wisatawan.” ║ ║ ║ ║ — Kombes Pol Henry Novika ║ ║ Chandra ║ ╚════════════════════════════════════╝

Secara kontekstual, peristiwa ini menjadi ujian bagi soliditas hubungan TNI-Polri yang selama ini menjadi pilar penting dalam menjaga keamanan daerah, khususnya di Labuan Bajo yang merupakan salah satu destinasi wisata strategis nasional. Respons cepat para pimpinan kedua institusi menunjukkan komitmen kuat untuk menyelesaikan persoalan secara profesional sekaligus mencegah munculnya spekulasi yang dapat mengganggu stabilitas keamanan.

Sementara itu, Kapolres Manggarai Barat bersama Dandim 1612/Manggarai Barat terus melakukan pemantauan situasi di lapangan guna memastikan kondisi tetap aman dan terkendali.

Polda NTT juga mengimbau masyarakat serta wisatawan agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

“Kami pastikan situasi Labuan Bajo aman dan kondusif,” tegas Henry.

Di tengah peristiwa yang menyita perhatian publik ini, satu hal yang menjadi harapan bersama adalah tegaknya profesionalisme dan semangat persaudaraan antarinstitusi. Sebab keamanan daerah tidak hanya dibangun oleh kekuatan hukum, tetapi juga oleh kedewasaan dalam menyelesaikan setiap persoalan demi menjaga kepercayaan masyarakat dan nama baik negara.

Penulis: Redaksi BuserkotaEditor: Agustinus Bobe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *