SoE |BUSERKOTA Com– Kesunyian yang selama beberapa hari menyelimuti sebuah rumah di Kelurahan Nonohonis, Kecamatan Kota SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), akhirnya pecah dalam sebuah kenyataan yang menyayat hati. Seorang perempuan lanjut usia yang dikenal sebagai pensiunan guru ditemukan meninggal dunia di dalam kamar mandi rumahnya pada Minggu (14/6/2026), setelah beberapa hari tidak merespons panggilan keluarganya.
Korban diketahui bernama Kristin Oematan, seorang pensiunan guru yang diperkirakan berusia lebih dari 60 tahun. Almarhumah tinggal di RT 08/RW 03, Kelurahan Nonohonis, tepatnya di kawasan depan Perumahan Bukit Cendana, SoE.
Peristiwa memilukan itu bermula sejak Jumat (12/6/2026). Suami korban beberapa kali mendatangi rumah istrinya untuk memastikan keadaan sang pendamping hidup. Namun setiap kali tiba, ia mendapati pintu rumah terkunci dari dalam. Panggilan demi panggilan yang dilontarkan tak pernah mendapat jawaban.
Hari berikutnya, Sabtu (13/6/2026), kegelisahan itu kembali membawanya ke rumah yang sama. Harapannya sederhana: mendengar suara sang istri atau sekadar memastikan bahwa semuanya baik-baik saja. Namun yang ditemuinya tetap sama. Rumah masih tertutup rapat dan sunyi.
Kecurigaan pun berubah menjadi kecemasan yang sulit dibendung.
Pada Minggu pagi, ia kembali datang dan meminta bantuan warga sekitar. Setelah berdiskusi dengan para tetangga, mereka sepakat melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian agar dapat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Tak lama berselang, personel Polres Timor Tengah Selatan tiba di lokasi. Bersama suami korban, petugas kemudian mendobrak pintu rumah yang terkunci dari dalam.
Satu per satu ruangan diperiksa.
Namun sosok yang dicari tidak ditemukan di ruang tamu, kamar tidur, maupun bagian rumah lainnya.
Hingga akhirnya, pencarian itu berakhir di sebuah kamar mandi.
Di ruangan itulah Kristin Oematan ditemukan tergeletak di lantai dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD SoE untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui penyebab pasti kematiannya.
Ketua RT 08/RW 03, Nehemia Tampani, membenarkan kejadian tersebut.
“Benar, yang meninggal adalah warga kami yang berdomisili di RT 08/RW 03. Saat ini jenazah sudah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.
Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi mengaku sempat menyaksikan aparat kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara sebelum proses evakuasi dilakukan.
Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya perhatian dan kepedulian terhadap warga lanjut usia, terutama mereka yang tinggal sendiri atau menjalani aktivitas sehari-hari dengan keterbatasan pengawasan keluarga. Dalam banyak kasus, keterlambatan mengetahui kondisi darurat sering kali menjadi faktor yang memperpanjang ketidakpastian dan kesedihan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Polres TTS maupun pihak RSUD SoE terkait penyebab pasti meninggalnya korban. Dugaan awal menyebut korban kemungkinan terjatuh di dalam kamar mandi, namun kepastian penyebab kematian masih menunggu hasil pemeriksaan pihak berwenang.
Di rumah yang selama beberapa hari menyimpan sunyi itu, sebuah kehidupan akhirnya ditemukan telah berakhir. Yang tersisa kini bukan hanya duka keluarga, melainkan juga pengingat bahwa terkadang kesunyian yang terlalu lama bisa menyimpan kabar yang paling tidak ingin didengar siapa pun.














