KEFAMENANU |BUSERKOTA.Com)– Setelah luka tembakan sempat menorehkan duka, suasana perbatasan Indonesia–Timor Leste kembali berangsur teduh. Paulus Taeki Oki, warga Dusun 3 Desa Inbate yang menjadi korban penembakan, kini telah pulih dan pulang ke rumahnya. Kepulangannya bukan hanya kabar bahagia bagi keluarga, tetapi juga tanda bahwa perbatasan kembali bernafas lega.
Kamis (28/8/2025), Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonarhanud 15/DBY Letkol Arh Reindi Trisetyo Nugroho bersama Kapolres TTU AKBP Eliana Papote, S.I.K., M.M., menyambangi kediaman Paulus Oki. Kunjungan itu bukan sekadar formalitas, melainkan simbol hadirnya negara di tengah rakyat yang baru saja melewati hari-hari penuh cemas.
“Situasi sudah kondusif. Prajurit Satgas tetap bersiaga di Saop’an agar ketenangan ini terjaga. Kami pun terus berkomunikasi dengan KBRI di Timor Leste. Kami mohon masyarakat menahan diri agar peristiwa serupa tak terulang,” ujar Letkol Reindi dengan nada menenangkan.
Di Desa Inbate, prajurit TNI tetap berpatroli, menjaga langkah kaki agar tak ada lagi jejak darah di tanah perbatasan. Bagi Reindi, kepercayaan antarwarga adalah kunci, sebab masalah perbatasan telah ditangani lewat jalur diplomasi antarnegara.
“Saya percaya, pemerintah melalui KBRI sudah menyampaikan nota protes diplomatik. Karena itu masyarakat harus tenang, saling percaya, dan yakin persoalan ini diselesaikan lewat cara terbaik,” imbuhnya.
Kehadiran TNI-Polri di rumah Paulus Oki menjadi pesan moral bahwa negara tidak pernah meninggalkan rakyatnya. Paulus pun menyambut dengan senyum. Tubuhnya yang sempat rebah kini perlahan tegak kembali, tanda bahwa luka bisa sembuh, dan hidup bisa berlanjut.
Sementara itu, Kapolres TTU AKBP Eliana Papote menegaskan bahwa proses hukum tetap berjalan. Sejumlah saksi telah diperiksa untuk mengungkap akar insiden yang menimpa Paulus Oki.
“Yang terpenting, kondisi beliau sudah pulih dan kembali bersama keluarga. Proses hukum kita jalankan, tapi yang paling penting sekarang adalah memulihkan rasa aman di hati masyarakat,” ujar AKBP Eliana dengan suara teduh.
Sebuah Harapan Baru di Inbate
Kehidupan di perbatasan memang kerap rapuh, hanya setipis benang dipisahkan garis imajiner negara. Namun kunjungan Dansatgas dan Kapolres menunjukkan bahwa benang itu bisa dijaga dengan rasa saling percaya, bukan dengan dendam.
Paulus Oki menjadi saksi hidup bahwa konflik bisa menorehkan luka, tapi juga bisa melahirkan persatuan baru jika disikapi dengan bijak. Di rumahnya yang sederhana, doa-doa kembali dipanjatkan agar kedamaian di Inbate dan Pasabe bukan hanya sementara, melainkan selamanya.














