Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita UtamaHukum & KriminalPeristiwa

Dua Letusan di Grasberg, Nyawa Pekerja Freeport Melayang: Satgas Damai Cartenz Turun Selidiki

119
×

Dua Letusan di Grasberg, Nyawa Pekerja Freeport Melayang: Satgas Damai Cartenz Turun Selidiki

Sebarkan artikel ini

MIMIKA| BUSERKOTA.COM — Di tengah sunyi lereng Grasberg, Distrik Tembagapura, dua suara letusan memecah ketenangan pagi. Aktivitas survei yang semula berjalan seperti biasa berubah menjadi kepanikan. Seorang pekerja PT Freeport Indonesia, Simson Mulia (48), tiba-tiba roboh di samping kendaraan pikap tempat ia merapikan peralatan kerja.

Peristiwa tragis yang terjadi pada Rabu (11/3/2026) itu kini menjadi fokus penyelidikan aparat keamanan. Satgas Operasi Damai Cartenz, bersama Polres Mimika dan unsur pengamanan wilayah Tembagapura, langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap insiden penembakan tersebut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban meninggal dunia akibat luka tembak di bagian bawah telinga, dengan luka masuk dari bawah telinga kanan dan keluar di bagian bawah telinga kiri.

Kronologi Penembakan

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., menjelaskan bahwa peristiwa terjadi ketika korban bersama rekannya baru saja menyelesaikan pekerjaan survei di lokasi tersebut.

Saat itu korban berada di bagian belakang kendaraan pikap untuk merapikan perlengkapan dan peralatan kerja.

“Berdasarkan keterangan saksi yang merupakan rekan korban sekaligus sopir kendaraan, pada saat itu korban sedang merapikan perlengkapan dan peralatan survei karena pekerjaan tanah yang mereka lakukan telah selesai. Korban berada di bagian belakang kendaraan pikap ketika tiba-tiba terdengar dua kali suara letusan dari arah yang belum dapat dipastikan,” ujar Kombes Pol. Yusuf Sutejo, Jumat (13/3/2026).

Saksi kemudian melihat korban langsung terjatuh, sementara helm yang dikenakan korban terlepas ke tanah. Menyadari situasi darurat tersebut, saksi segera menghubungi base camp menggunakan handy talky (HT) untuk meminta bantuan evakuasi.

Evakuasi di Tengah Ancaman Tembakan

Laporan tersebut segera direspons oleh aparat keamanan bersama tim medis yang bergerak menuju lokasi kejadian. Namun dalam perjalanan menuju TKP, tim sempat menghadapi gangguan berupa tembakan dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang berada di perbukitan sekitar lokasi.

Meski dalam situasi berisiko, tim tetap memprioritaskan penyelamatan korban agar segera mendapatkan pertolongan medis.

“Dalam situasi tersebut, prioritas utama tim adalah melakukan penyelamatan terhadap korban yang pada saat itu masih dalam kondisi hidup agar segera mendapatkan pertolongan medis di rumah sakit,” jelas Yusuf Sutejo.

Korban kemudian dievakuasi menuju RS SOS Mile 68 (RS AEA). Namun setelah menjalani pemeriksaan oleh tim medis, korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 10.31 WIT.

Jenazah Dipulangkan ke Keluarga

Setelah proses pemulasaraan selesai dilakukan, aparat keamanan mengawal proses pemulangan jenazah korban.

Jenazah diterbangkan dari Timika menuju Jakarta pada Kamis (12/3/2026) sebelum selanjutnya dibawa ke rumah duka keluarga di Bandung, Jawa Barat, untuk diserahkan kepada pihak keluarga dan dimakamkan.

Olah TKP dan Rekonstruksi Awal

Sebagai bagian dari proses penyelidikan, tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz dan Polres Mimika melakukan olah TKP di lokasi penembakan yang berada di Area Jayapura Chuser, Distrik Tembagapura.

Kegiatan diawali dengan konsolidasi tim di Mile 68 Tembagapura, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi di rumah sakit serta koordinasi dengan unsur pengamanan di Posko 900 sebelum menuju lokasi kejadian.

Di lokasi tersebut, tim melakukan rekonstruksi awal melalui tujuh adegan olah TKP, mulai dari memeriksa posisi kendaraan saat kejadian, posisi korban ketika terjatuh, arah datangnya tembakan, hingga posisi saksi saat peristiwa berlangsung.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman hingga tim kembali melakukan konsolidasi akhir di Mile 68 Tembagapura.

Komitmen Aparat Ungkap Pelaku

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa aparat keamanan berkomitmen mengungkap kasus penembakan tersebut secara profesional.

“Pertama-tama kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Satgas Operasi Damai Cartenz bersama jajaran Polres Mimika akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengungkap pelaku penembakan ini. Seluruh proses penanganan perkara akan dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, sembari menunggu perkembangan hasil penyelidikan yang masih terus berlangsung.

Analisis Kontekstual

Peristiwa penembakan di kawasan Tembagapura kembali menegaskan bahwa wilayah strategis yang menjadi pusat aktivitas industri nasional masih menghadapi tantangan keamanan yang kompleks. Di satu sisi, kawasan ini menjadi nadi ekonomi yang melibatkan ribuan pekerja, namun di sisi lain, potensi gangguan keamanan tetap menjadi ancaman yang harus dihadapi secara serius oleh aparat negara.

Di tengah dinginnya udara pegunungan Papua, peristiwa ini meninggalkan luka yang tak hanya dirasakan keluarga korban, tetapi juga menjadi pengingat bahwa di balik kerasnya alam dan aktivitas industri besar, ada kehidupan manusia yang selalu berharap pulang dengan selamat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *