Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita UtamaPemerintahanPeristiwaPolitik

Hasil Menitoring Komisi II DPRD TTU, Temukan Berbagai Persoalan Pelik

156
×

Hasil Menitoring Komisi II DPRD TTU, Temukan Berbagai Persoalan Pelik

Sebarkan artikel ini

KEFAMENANU [BUSERKOTA Com)- Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur selama 5 hari penuh sejak Senin-Jumat (20/1- 24/1/2025) melakukan berbagai monitoring di sejumlah desa dengan menemukan berbagai persoalan pelik di sektor  pertanian.

Anggota Komisi II DPRD TTU, Wilhelmus Kusi Oki, S.IP mengungkapkan hal ini saat ditemui di kediamannya Kelurahan Sasi, Kefamenanu, Sabtu (25/1/205) kepada media ini.

Menurut Ketua Fraksi Golkar ini, bila tidak ditangani secara baik oleh pemerintah daerah maka akan berdampak pada kegagalan panen dan berakibat buruk untuk  ketersediaan pangan selama satu tahun berjalan di daerah perbasan RI-RDTL ini.

Wilhem mengungkapkan, dari hasil monitoring banyak yang ditemukan hasil pertanian terserang hama.

“Memang serangan hama yang terjadi di lapangan belum masif, tapi harus dipastikan jenis hama untuk kemudian penyuluh bertindak secara benar, sehingga bisa mencegah. Ini harus serius,” ungkapnya.

Selain itu, DPRD TTU juga menemukan, masalah kekurangnya distribusi pupuk subsisidi yang datang melalui kelompok tani.

“Umumnya yang dikeluhkan pupuk tiba di kelompk tani setelah mendekat musim panen dan tidak bermanfaat bagi pertanian kita. Karena itu, perlu ada keseriusan dari pemerintah untuk menangani distribusi pupuk tersebut.

Disamping itu, dari Bebak Oelami, dikeluhkan dari waktu ke waktu adalah akses jalan ke pusat sayur di wilayah tersebut yang masih rumit.

Sedangkan di wilayah Naiola dan Oenak nasalah ada kesenjabgan air yang masuk ke bibir tanggul irigasi dari waktu ke waktu makin jauh, setinggi 2 meter lebih ini, sungguh mengancam pertanian lahab basah di sini.

“Ini disebabkab oleh tambang galian C dari waktu ke waktu di dekat tanggul irigasi mengakibatkan gangguan di bibir tanggul.

Hal ini,kata Wilhem, oleh masyarakat sudah disampaikan secara berulang kali ke pemerintah. Namun tidak ada tindakan yang nyata dari pemerintah setempat. Karena itu pihaknya merencanakan dalam waktu dekat melakukan RDPU dengan para pihaj terkait.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD TTU, Yasintus Usfal yang dihubungi jaringan selulernya membenarkan agenda tersebut. Bagi mantan Ketua Fraksi Gerinda DPRD TTU ini, RDPU tersebut baru akan dilaksanakan dengan dua komisi lainnya di DPRD TTU usai liburan.

“Jadi kita pastikan setelah libur baru akan dilaksanakan RDPU dengan para mitra. Nanti saya sampaikan informasi ini,” tegas Yasintus yang sudah tiga periode di DPRD TTU ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *