Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita NasionalBerita UtamaHukum & KriminalPeristiwa

Heboh di Medsos: Status Jabatan Danyon Dipertanyakan, Keluarga Prada Richard Tolak Kembali ke Batalyon Nagekeo

78
×

Heboh di Medsos: Status Jabatan Danyon Dipertanyakan, Keluarga Prada Richard Tolak Kembali ke Batalyon Nagekeo

Sebarkan artikel ini

KUPANG — BUSERKOTA.COM — Dua unggahan warganet yang viral di Facebook kembali memicu polemik terkait proses hukum dan nasib saksi kunci dalam perkara penganiayaan Prada Lucky Namo, yakni Prada Richard. Unggahan tersebut menyoroti status jabatan salah satu perwira, Letkol Justic, serta adanya dugaan perintah pemulangan Prada Richard ke Batalyon Nagekeo yang dianggap berpotensi mengancam keselamatannya.

Status Jabatan Letkol Justic Dipersoalkan: “Tidak Lagi Danyon?”

Dalam unggahan pertama yang diposting akun bernama Buang Sine, disebutkan bahwa Letkol Justic bukan lagi Danyon Nagekeo, melainkan mantan Danyon. Klaim tersebut didasarkan pada sorotan terhadap pangkuan jabatan (pangkat) tanpa list merah, yang menurut warganet menandakan status non-job.

Unggahan itu memperbandingkan tampilan pangkat Letkol Justic dengan pangkat Danrem yang terlihat memakai list merah.

“Hal ini terlihat pada pangkatnya yang tidak memakai list merah yang artinya Non Job… Artinya, Letkol Justic tidak bisa lagi memerintah Prada Richard???” tulis Buang Sine dalam unggahannya.

Informasi ini memancing kembali spekulasi publik mengenai kewenangan komando dalam proses sidang Prada Lucky dan perlindungan terhadap saksi-saksi kunci.

Ibunda Prada Richard Menolak: “Anak Saya Tidak Akan Kembali ke Batalyon Nagekeo!”

Unggahan kedua dari akun Yulinda Shu juga menambah ketegangan. Ia menyebut bahwa setelah sidang sebelumnya, Danki Rahmat diperintahkan membawa pulang Prada Richard kembali ke Batalyon Nagekeo.

Padahal, menurut isi unggahan, Prada Richard masih berada dalam masa pemulihan setelah apa yang disebut sebagai tindakan kekerasan sebelumnya.

Yulinda Shu menulis:

“Mau tindas lagi kah? Prada Richard masih dalam pemulihan akibat siksaaan itu. Entah apa yang ada di hatinya,” tulisnya.

Ia kemudian mengutip pernyataan tegas ibunda Prada Richard:

“Anak saya tidak akan kembali ke Batalyon Nagekeo. Lebih baik saya bawa pulang ke Rote meski harus dipecat dari TNI.”

Pernyataan ini menyulut gelombang simpati dari warganet, terutama mereka yang mengikuti tagar #savepradarichard, #justicepradalucky, dan #mencarikeadilan.

Publik Mendesak Transparansi dan Perlindungan Saksi

Unggahan kedua akun itu kini ramai dibagikan dan memicu pertanyaan publik mengenai:

  • Status jabatan Letkol Justic
  • Alasan pemulangan Prada Richard ke satuan lama
  • Keselamatan saksi utama dalam kasus Prada Lucky Namo
  • Prosedur perlindungan saksi dalam institusi militer

Masyarakat mendesak agar TNI memberikan klarifikasi resmi terkait perintah pemulangan tersebut. Perlindungan terhadap saksi kunci dinilai sangat penting agar proses hukum berjalan adil dan tanpa tekanan.

Buserkota.com akan terus mengikuti perkembangan

Redaksi akan mengonfirmasi informasi ini kepada pihak TNI AD untuk mendapatkan klarifikasi resmi, demi menjaga objektivitas dan memastikan tidak ada disinformasi yang menyebar.

Kasus Prada Lucky Namo dan nasib saksi kunci seperti Prada Richard kini menjadi perhatian luas masyarakat, terutama di NTT, yang berharap proses hukum berjalan transparan dan berkeadilan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *