Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita UtamaInfo PublikPeristiwaSosial

Hujan Terus Menguyur Wilayah TTU, Terjadi Bencana Alam di Sejumlah Kecamatan 

204
×

Hujan Terus Menguyur Wilayah TTU, Terjadi Bencana Alam di Sejumlah Kecamatan 

Sebarkan artikel ini

KEFAMENUNU| BUSERKOTA.Com)-
Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah Kabupaten Timor Tengah Utara, Oktofinus Nulle di ruang kerjanya menjelaskan, sesuai ramalan BPG maka saat ini Kabupaten TTU termasuk situasi ekstrim. Dimana curah hujan yang terus mengguyur dan terjadi secara beruntun, terjadi dari waktu ke waktu tetap berpotensi menimbulkan berbagai bencana yang terjadi di daerah ini.

Kepala Badan Oktofinus menyebutkan, sampai saat ini telah terjadi  bencana alam di sejumlah titik di kabupaten TTU.

“Untuk hujan kemarin saja, sesuai laporan dari teman-teman di lapangan, ada sejumlah bencana yakni di kelurahan Benpasi ada 31 KK yang terendam Banjir, Kelurahan Kefa Utara terjadi longsor. Jadi kita sementara itu turun melakukan berbagai aktivitas investigasi di lapangan untuk memastikan laporan teman -teman dari lapangan,” ungkapnya.

Selain itu, kata Kaban Oktofianus, ada sejumlah titik yang telah terjadi berbagai bencana yakni di Biboki Moenleu yakni di Desa Luniup ada terjadi longsor  di pinggiran pemukiman Biboki Feotleu longsor menyebabkan jalan putus, di Naku dan Kuluan, Bikomi Nilulat di Desa Haumeni Ana dan sejumlah titik rawan lainnya.

“Untuk data lebih lengkap saya akan kirim ke WA saja, soalnya ada begitu banyak data, yang tidak bisa saya ingat persis. Jadi kita sementara membentuk tim reaksi cepat tanggap bencana dari berbagai sektor untuk turun melakukan berbagai investagai. Nanti tim ini pulang akan mengolah data tersebut untuk kemudian bisa dikategorikan bencana tersebut, kedalam tiga kategori,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, dari ketiga kotegori tersebut, daerah pihaknya akan menyampaikan hal tersebut kepada kepala daerah untuk mendapatkan Pernyataan Bencana dari kepala daerah untuk kemudian bisa ditindak lanjuti sesuai kondisi yang dialami.

“Kami sendiri tidak punya anggaran untuk penanganan darurat bencana. Hal ini saya sudah sampaikan kepada ketua DPRD TTU. Jadi kami lanjukan berbagai koordinasi, kalau itu bencana berhububgan dengan PUPR kita rekomendasikan penanganan oleh PUPR, atau ke lingkungan hidup. Kalau bencana tersebut berhubungan dengan pangan masyarakat, nanti kita koordinasi dengan Dinas Sosial dan Dinas Pangan dan lainnya,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *