ATAMBUA | BUSERKOTA.Com — Di sudut-sudut kampung yang tampak tenang, aparat negara hadir bukan sekadar sebagai penjaga, tetapi sebagai pengingat—bahwa keamanan tidak lahir dari diam, melainkan dari kepedulian bersama. Di Kelurahan Tulamalae, langkah kaki aparat menyusuri jalanan warga membawa pesan sederhana namun mendalam: jangan biarkan gangguan kecil tumbuh menjadi persoalan besar.
Bhabinkamtibmas Polres Belu, AIPDA Handryan Nait, bersama Babinsa Kodim 1605 Belu, kembali menghidupkan patroli dialogis di wilayah binaannya. Senin pagi (20/04/2026), sekitar pukul 10.30 WITA, keduanya menyambangi warga di RT 15, Kelurahan Tulamalae, Kecamatan Atambua Barat—membuka ruang komunikasi yang hangat di tengah kehidupan sehari-hari masyarakat.
Dalam suasana yang cair namun penuh makna, keduanya mengingatkan warga akan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta menjauhi segala bentuk pelanggaran hukum yang dapat merusak keharmonisan hidup bertetangga.
╔══════════════════════════════════════════════╗
║ 🌸 “Sesama tetangga harus selalu rukun.
║ Kalau ada masalah, selesaikan dengan baik—
║ tidak boleh ada kekerasan ataupun main hakim sendiri.” 🌸
║ ║
║ — AIPDA Handryan Nait ║
╚══════════════════════════════════════════════╝
Tak hanya itu, warga juga diingatkan untuk tidak ragu melapor jika terjadi gangguan kamtibmas. Kecepatan laporan, kata Bhabinkamtibmas, adalah kunci agar persoalan tidak melebar menjadi konflik yang sulit dikendalikan.
╔══════════════════════════════════════════════╗
║ 🌸 “Kalau ada gangguan seperti perkelahian
║ atau keributan, segera lapor ke kami atau
║ hubungi call center 110 agar cepat ditindaklanjuti.” 🌸
║ ║
║ — AIPDA Handryan Nait ║
╚══════════════════════════════════════════════╝
Di tengah upaya menjaga keamanan sosial, perhatian juga diarahkan pada ancaman alam yang tak kalah serius. Curah hujan yang tidak menentu menjadi peringatan tersendiri bagi warga, terutama mereka yang tinggal di bantaran sungai atau wilayah rawan longsor.
AIPDA Handryan mengingatkan bahwa hujan yang turun terus-menerus dapat memicu meluapnya sungai serta potensi longsor, terutama pada malam hari ketika kewaspadaan kerap menurun.
╔══════════════════════════════════════════════╗
║ 🌸 “Kalau hujan turun setiap hari, sungai bisa
║ meluap. Masyarakat jangan lengah, terutama
║ yang tinggal di pinggir kali.” 🌸
║ ║
║ — AIPDA Handryan Nait ║
╚══════════════════════════════════════════════╝
Imbauan juga diberikan kepada warga yang hendak bepergian agar lebih berhati-hati terhadap kondisi jalan licin, potensi longsor, serta jalur yang rawan banjir.
Secara kontekstual, patroli dialogis seperti ini menunjukkan pendekatan humanis aparat keamanan dalam membangun kepercayaan publik. Di tengah kompleksitas sosial dan ancaman bencana, kehadiran langsung aparat di tengah masyarakat menjadi jembatan penting—bukan hanya untuk penegakan hukum, tetapi juga pencegahan konflik dan mitigasi risiko.
Pada akhirnya, keamanan bukan hanya tugas aparat, melainkan hasil dari kesadaran kolektif. Dan di Tulamalae, pesan itu mengalir pelan namun pasti: bahwa menjaga satu sama lain adalah fondasi paling kuat bagi sebuah kehidupan yang damai.














