JAKARTA, [BUSERKOTA.COM] — Ungkap Fakta Hukum dan Kriminal
Suara seorang ayah kembali menggema dari ujung timur Indonesia, menembus tembok sunyi institusi dan birokrasi militer. Pelda Chrestian Namo, ayah dari almarhum Prada Lucky Namo, menulis surat terbuka kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, memohon keadilan atas kematian anaknya yang hingga kini belum juga mendapat kepastian hukum.
Sudah 63 hari berlalu sejak peristiwa tragis itu terjadi, namun proses hukum terhadap para pelaku belum juga disidangkan. Padahal, pada 11 Agustus 2025, Pangdam IX/Udayana telah menyatakan bahwa 20 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan berjanji prosesnya akan transparan dan terbuka untuk umum.
“Namun hingga hari ini, kami belum pernah menerima informasi resmi, baik secara tertulis maupun lisan. Nama-nama tersangka tidak pernah diumumkan. Semua seperti hilang ditelan waktu,” tulis Pelda Chrestian dalam surat terbukanya yang disampaikan ke media.
Keluarga korban juga mengungkap adanya upaya penyuapan untuk menghentikan perjuangan mereka mencari keadilan.
“Ada yang datang membawa uang Rp10 juta per pelaku, disertai surat perdamaian agar kasus dianggap selesai. Bahkan ada yang mencoba mengadu domba kami, ayah dan ibu almarhum, agar keluarga kami terpecah,” ungkapnya dengan nada kecewa.
Meski demikian, sang ayah menegaskan bahwa dirinya tidak akan menjual keadilan anaknya, dan percaya pada ketegasan Presiden Prabowo Subianto untuk menegakkan kehormatan hukum di tubuh TNI.
“Kami hanya menuntut agar kasus kematian Prada Lucky Namo diadili secara terbuka, dan para pelaku dijatuhi hukuman seberat-beratnya sesuai hukum militer. Kami percaya Bapak Presiden sebagai prajurit sejati tidak akan membiarkan duka kami menjadi sia-sia,” tulisnya penuh harap.
Kasus kematian Prada Lucky Namo kini menjadi perhatian publik. Di tengah janji reformasi hukum militer, keluarga korban menanti bukti nyata bahwa keadilan tidak boleh diperlambat, apalagi ditutup-tutupi.
Sementara aparat hukum diminta tidak hanya menindak, tapi juga membuka seluruh proses penyidikan secara transparan agar publik tahu bahwa hukum benar-benar bekerja, bukan sekadar janji di atas kertas.
Karena di balik seragam dan pangkat, setiap prajurit juga anak dari seorang ayah yang hanya ingin satu hal — melihat keadilan berdiri tegak, bukan roboh di hadapan kekuasaan.
✍️ BUSERKOTA.COM — Ungkap Fakta Hukum dan Kriminal














