Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita UtamaHukum & KriminalOtomotifPeristiwa

Kenalan di TikTok, Motor Sang Janda Dibawa Kabur: Romansa Digital Berujung Pencurian di Makassar

161
×

Kenalan di TikTok, Motor Sang Janda Dibawa Kabur: Romansa Digital Berujung Pencurian di Makassar

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR |BUSERKOTA.Com — Malam-malam di dunia digital sering menghadirkan perkenalan yang terasa ringan, akrab, bahkan menjanjikan cerita baru. Namun bagi AN. Raoda (31), seorang janda di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, perkenalan yang bermula dari layar ponsel justru berakhir pahit: sepeda motor miliknya raib dibawa kabur oleh pria yang baru dikenalnya lewat TikTok.

Kisah ini bermula sederhana—seperti banyak cerita perkenalan di media sosial. Tetapi Kamis siang, 26 Februari 2026, di depan sebuah minimarket di Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar, cerita itu berubah menjadi laporan polisi.

Semua berawal dari sebuah live TikTok.

Seorang pengguna bernama Ical (@icalaqozte) sedang melakukan siaran langsung ketika berkenalan dengan Raoda, pemilik akun @raodaoda. Percakapan ringan di ruang digital itu kemudian berlanjut ke pesan pribadi. Tak lama, nomor WhatsApp saling bertukar, dan rencana pertemuan pun disepakati.

Raoda datang menemui pria itu di Jalan Landak Lama menggunakan sepeda motor matic Honda Scoopy warna coklat miliknya. Pertemuan pertama berjalan seperti kisah kenalan biasa: mereka makan bersama dan berbincang panjang.

Namun justru dari situ, benih kecurigaan mulai muncul.

“Saya kira dia yang mau bayarkan makanan, ternyata saya juga yang bayarkan semuanya. Motorku juga kupakai,”
AN. Raoda, korban

Keesokan harinya, pelaku kembali mengajak bertemu. Kali ini dengan janji yang terdengar menggiurkan: mengurus SIM gratis. Tanpa menaruh banyak curiga, Raoda menyetujui ajakan itu.

Keduanya kemudian berboncengan menggunakan motor Scoopy milik korban menuju kawasan Jalan Metro Tanjung Bunga.

Di depan sebuah minimarket, pelaku meminta Raoda turun untuk membelikannya minuman dingin. Permintaan itu awalnya terasa biasa saja, tetapi nada pelaku yang mendesak membuat korban sempat merasa tidak nyaman.

“Dia agak memaksa dan menyuruh saya cepat masuk beli minuman. Saya sempat curiga, tapi akhirnya saya masuk juga,”
Raoda

Hanya beberapa menit.

Saat Raoda keluar dari minimarket, pemandangan yang menyambutnya membuat darahnya serasa berhenti mengalir: motor Scoopy miliknya sudah tidak ada. Pria yang baru dikenalnya lewat TikTok itu juga ikut lenyap bersama kendaraan tersebut.

Kesadaran pahit pun datang—ia telah menjadi korban pencurian.

Tanpa menunggu lama, Raoda melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tamalate, Polrestabes Makassar. Laporan resmi tercatat dengan nomor:

STTLP/B/100/II/2026/SPKT/Polsek Tamalate/Polrestabes Makassar/Polda Sulawesi Selatan.

Korban kini berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti laporan tersebut dan mengamankan pelaku.

“Saya hanya berharap polisi bisa cepat menemukan pelakunya dan motor saya kembali,”
Raoda

Kasus ini bukan sekadar cerita kriminal biasa. Ia menjadi potret zaman: ketika ruang perkenalan tidak lagi dibatasi jarak, tetapi juga membuka celah baru bagi kejahatan. Media sosial yang menghadirkan kemudahan berinteraksi kadang juga menyimpan risiko yang tak selalu terlihat di balik layar.

Peristiwa yang dialami Raoda menjadi pengingat bahwa kedekatan digital tidak selalu berarti kepercayaan nyata. Di era ketika pertemanan bisa lahir dari satu klik, kehati-hatian tetap menjadi pagar pertama yang menjaga keselamatan.

Sebab di dunia maya, tidak semua yang tampak ramah benar-benar datang dengan niat baik. Kadang, sebuah perkenalan singkat bisa berubah menjadi kehilangan yang nyata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *