Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita NasionalBerita Utama

Ledakan di SMA 72 Jakarta “Presiden Prihatin, Negara Bergerak Cepat”

136
×

Ledakan di SMA 72 Jakarta “Presiden Prihatin, Negara Bergerak Cepat”

Sebarkan artikel ini

“Keselamatan warga, terutama anak-anak bangsa, adalah prioritas utama. Saya minta langkah cepat diambil untuk menolong korban dan memastikan keamanan lingkungan sekolah.”
Presiden Prabowo Subianto

JAJARTA |BUSERKOTA.Com)-Suasana tenang di lingkungan SMA Negeri 72 Jakarta Utara mendadak pecah oleh dentuman keras pada Jumat siang (7/11/2025).

Asap mengepul dari salah satu ruangan laboratorium, disusul kepanikan siswa yang berlarian keluar.

Dalam hitungan menit, suara sirene ambulans dan mobil pemadam menggantikan teriakan panik yang sempat menggema di udara.

Beberapa jam setelah kejadian, Istana Merdeka menjadi pusat koordinasi tanggap darurat.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tampil bersama dalam keterangan pers singkat, membawa pesan tegas dari Presiden.

“Presiden menyampaikan keprihatinan mendalam dan memerintahkan agar seluruh korban mendapat penanganan cepat serta memastikan tidak ada lagi ancaman di sekitar lokasi,” ujar Prasetyo Hadi dengan nada serius.

Menurut Mensesneg, peristiwa ini menjadi pengingat keras tentang pentingnya kewaspadaan bersama. Sekolah, katanya, bukan hanya ruang belajar, tetapi juga tempat tumbuhnya rasa aman dan percaya diri generasi muda. “Kita semua punya tanggung jawab menjaga itu,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memaparkan kondisi terkini di lapangan. Ia memastikan tidak ada korban jiwa, meski dua siswa masih menjalani operasi akibat luka serius. “Evakuasi selesai dilakukan dalam waktu kurang dari satu jam, dan semua korban telah mendapat perawatan di rumah sakit rujukan,” katanya.

Lebih lanjut, Kapolri menyebut bahwa tim gabungan telah mengidentifikasi terduga pelaku yang diduga memiliki keterkaitan dengan bahan peledak yang digunakan. “Kami sedang mendalami identitas, latar belakang, serta motif pelaku. Semua aspek, termasuk kemungkinan kelalaian keamanan, sedang ditelusuri,” tegasnya.

Dari balik pagar kawat sekolah, beberapa orang tua masih menunggu dengan cemas. Di antara mereka, seorang ibu tampak menatap kosong ke arah bangunan yang sebagian dindingnya menghitam. “Saya hanya ingin anak saya selamat,” bisiknya lirih.

Sementara itu, di ruang komando kecil Polres Jakarta Utara, peta lokasi kejadian terbentang di meja. Garis-garis merah menunjukkan area yang sudah diamankan. Pihak kepolisian bergerak cepat, memastikan tidak ada sisa bahan berbahaya di sekitar lokasi.

Dalam konteks hukum dan keamanan publik, ledakan ini menjadi cermin rapuhnya sistem pengawasan lingkungan sekolah yang kerap luput dari perhatian. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menegaskan, sekolah wajib menjamin keselamatan peserta didik selama berada di lingkungan pendidikan. Namun dalam praktiknya, celah kecil bisa berujung bencana.

Pemerintah berjanji akan melakukan audit keselamatan di seluruh sekolah negeri dan swasta, terutama yang memiliki fasilitas laboratorium dan kegiatan berisiko tinggi.

 

Sore itu, di halaman sekolah yang masih dipenuhi serpihan kaca, bendera merah putih tetap berkibar setengah tiang. Simbol duka, tapi juga tekad: bahwa tragedi tidak boleh berulang, dan setiap anak berhak pulang dengan selamat dari sekolahnya.


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *